SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Senin, 19 April 2010

Pendidikan Anak dalam Islam)*

Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.

Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.

Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)

Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”

Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:

· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak

Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)

Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,

“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.

Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.

Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang dimana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,

“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)

Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.

Adapun dari hadits,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).

· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah

Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tatacara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).

“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).

Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.

· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak

Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.

· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia

Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.

Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.

· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan

Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.

Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).

Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.

Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).

Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ

“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).

إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.

· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian

Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.

Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.

Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.

· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i

Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.

Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)

Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.

Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.

Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.

)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.

Dicopy dari: www.wiramandiri.wordpress.com.

Minggu, 18 April 2010

Pengembangan Minat Baca Masyarakat












4ntoni.sutris@gmail.com

Membaca merupakan keterampilan yang diperoleh setelah seseorang dilahirkan, bukan keterampilan bawaan yang dapat dikembangkan, dibina dan dipupuk melalui kegiatan belajar mengajar. Lingkungan pendidikan merupakan basis yang sangat strategis untuk mengembangkan kebiasaan membaca, kegiatan membaca sudah semestinya merupakan aktivitas rutin sehari-hari bagi masyarakat ilmiah dan pendidikan untuk memperoleh pengetahuan atau informasi.

Dalam dunia pendidikan, membaca mempunyai fungsi sosial untuk memperoleh kualifikasi tertentu sehingga seseorang dapat mencapai prestasi (achievement reading), seseorang peserta didik agar memperoleh kelulusan dengan baik, harus mempelajari atau membaca sejumlah bahan bacaan yang direkomendasikan oleh pendidik, begitu sebaliknya seorang pendidik untuk meraih kualifikasi tertentu dalam mengajar atau menulis ilmiah juga harus didukung dengan kegiatan membaca berbagai bahan bacaan untuk selalu memperbaharui pengetahuannya secara kontinyu, sesuai dengan perkembangan yang ada.

Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.

Masalah minat baca di Indonesia telah banyak dibahas melalui tulisan, seminar, workshop dan berbagai media. Namun masalah ini masih sangat menarik untuk kita pelajari bersama. Mengapa ? Kenyataan di lapangan, walaupun telah banyak kalangan mengupas, bahkan Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai cara, yang salah satunya pada tanggal 17 Mei telah dicanangkan sebagai hari Buku Nasional. Namun bagaimana hasilnya kita masih berada pada urutan ke-96 dibawah Malaysia, dan untuk Asia Tenggara hanya ada 2 (dua) negara yang ada di bawah kita yaitu Kamboja dan Laos. Padahal kalau kita cermati sejenak penerbitan koran dan majalah, dalam sepuluh tahun terakhir ini jumlahnya telah meningkat, akan tetapi hal ini tidak diikuti oleh penerbitan buku, sehingga belum ada hasil yang signifikan terhadap perkembangan minat baca masyarakat di Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan kita, Mengapa ? minat baca di Indonesia dikatakan masih rendah. Sebenarnya kalau kita simak ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca di Indonesia antara lain :

Pertama , Kurikulum pendidikan dan sistem pembelajaran di Indonesia belum mendukung kepada peserta didik, semestinya kurikulum atau sistem pembelajaran yang ada mengharuskan membaca buku lebih banyak lebih baik atau mencari informasi lebih dari apa yang diajarkan

Kedua , masih terlalu banyaknya jenis hiburan, permainan game dan tanyangan TV yang tidak mendidik, bahkan kebanyakan acara-acara yang ditanyangkan lebih banyak yang mengalihkan perhatian untuk membaca buku kepada hal-hal yang bersifat negatif.

Ketiga, Kebiasaan masyarakat terdahulu yang turun temurun dan sudah mendarah daging, masyarakat sudah terbiasa dengan cara mendongeng, berceritera yang sampai saat sekarang masih berkembang di masyarakat Indonesia.

Keempat, Rendahnya produksi buku-buku yang berkualitas di Indonesia, dan masih adanya kesenjangan penyebaran buku di perkotaan dan pedesaan, yang mengakibatkan terbatasnya sarana bahan bacaan dan kurang meratanya bahan bacaan ke pelosok tanah air

Kelima, rendahnya dukungan dari lingkungan keluarga, yang kesehariaanya hanya disibukkan oleh kegiatan-kegiatan keluarga yang tidak menyentuh aspek-aspek penumbuhan minat baca pada keluarga.

Keenam, minimnya sarana untuk memperoleh bahan bacaan, seperti perpustakaan, taman bacaan. Bahkan hal ini masih dianggap merupakan sesuatu yang aneh dan langka dalam masyarakat.

Dari uraian diatas terlihat bahwa kegaiatan menbaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan secara berkelanjutan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun kalau kita lihat kenyataan dilapangan, bahwa untuk mengembangkan minat baca masyarakat kita masih banyak kendala, yang mengakibatkan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia.

Dalam rangka upaya mengembangkan minat baca masyarakat ada beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain :

Pertama, mendesain kurikulum atau sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk melakukan kegiatan membaca bahan bacaan yang terkait dengan kurikulum atau sistem pembelajaran yang ada.

Kedua, pendidik berupaya merekomendasikan bahan-bahan bacaan yang harus dibaca oleh peserta didik yang dikaitkan dengan tugas-tugas pembelajaran, hal ini juga harus di informasikan ke pustakawan atau perpustakaan agar disediakan bahan bacaan yang direkomendasikan, sehingga peserta didik dengan sendirinya akan mencari dan membaca bahan bacaan di perpustakaan.

Ketiga, Tersedianya sarana sumber informasi/Perpustakaan/Taman Bacaan/Pusat Dokumentasi dan Informasi yang memadai, mudah terjangkau dan representatif, sehingga pengguna merasa butuh informasi yang ada di perpustakaan, dan perpustakaan juga dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Keempat, Pemerataan akses informasi dengan dikembangkannya Taman Bacaan ke tingkat desa, sehingga masyarakat di pedesaan juga merasakan adanya penyebaran informasi atau ilmu pengetahuan.

Kelima, menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat, betapa petingnya kebiasaan membaca, karena dengan membaca akan dapat membuka wacana baru dan menambah wawasan terkait dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. Ini dapat dilakukan oleh Pemerintah dengan cara menerapkan Gerakan Membaca ( 20 minutes reading of mother and child ) sebagaimana yang dikembangkan di Jepang. Gerakan ini mengharuskan Ibu mengajak Anak membaca selama 20 menit sebelum tidur.

Kamis, 15 April 2010

Sekolah Desa Yang Melanglang Buana



Letak SDN Sukorejo 01 Gondanglegi boleh dibilang jauh dari keramaian kota. Kalau diukur dari ibukota kecamatan, jelas paling jauh karena terletak diujung paling barat Kecamatan Gondanglegi.
Namun dengan segala keterbatasan yang ada. SDN Sukorejo 01 mencoba melangkah selangkah lebih maju dari SD-SD se jenis di Gondanglegi. Buktinya apa? kalau orang berinternet dengan bertanya sama mbah google.. SDN Sukorejo 01 sudah didaftar. Sehingga orang luar negeri di seantero jagad ini sudah bisa melihat perkembangan SD ini. Wow... Rrrrrruuuuuuaaaaaaaarrrrrrrr biiiiiiiiiiiiiaaaaasaaaaa...
Sekolah bolehlah desa tapi pemikiran dan wawasan harus luas, itu katanya Pak Antoni yang mengawal blog SDN Sukorejo 01 ini. Tiap malam Pak Antoni mencari dan mencari, dari hal-hal yang belum diketahui dengan berbekal keberanian Pak Antoni bertanya langsung dengan mbah Google.. Wah Mbah Google memang pinter yo? begitu katanya ketika sharing dengan saya. Yo tak benerkan.. Lha wong memang semua yang ada dipikiran kita Mbah Google itu tahu. Hayo kurang apa sekarang? Kurangnya adalah sarana Internet yang terpasang maton di sekolah itu saja. Makanya kalau ada SD yang belum pasang internet kayaknya merugi banget. Tapi ya ga papa... yang penting harus ada salah seorang atau dua orang guru yang sudah bisa mengakses internet. Maka sekolah itu tidak akan ketinggalan kereta.
Hidup SDN Sukorejo 01 Gondanglegi. Tingkatkan kompetensi guru dan tingkatkan kualitas pendidikan. Khususnya di Gondanglegi Kulon. Selamat untuk SDN Sukorejo 01 yang sudah mempunyai blog sekolah agar bisa menjadi pionneer SD-SD lain di Gondanglegi. ( pemerhati pendidikan SDN Sukorejo 01 Gondanglegi)

MATEMATIKA BUKAN UNTUK DITAKUTI


Berbicara tentang matematika memang asyik. Banyak anak beranggapan matematika itu menakutkan melebihi jarum suntiknya bu dokter. Tetapi Matematika bukan mata pelajaran yang menakutkan meski menggunakan rumus-rumus. Rata PenuhMemang sebagian besar siswa dewasa ini masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak sedikit yang menganggapnya sebagai momok.

"Padahal jika ditekuni dengan serius tidak ada yang sulit, terlebih lagi bila menguasai rumus-rumus dan banyak mengulang di rumah, bahkan pelajaran matematika ini akan menjadi pelajaran menyenangkan," kata salah seorang guru matematika.

Beliau mengatakan, tujuan pendidikan matematika pada dasarnya bukan mencapai hasil, namun lebih untuk menciptakan manusia-manusia yang mampu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Selain itu, pendidikan juga diharapkan mampu menciptakan insan-insan yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu menciptakan hal-hal baru demi kemaslahatan umat.

"Intinya tanpa pendidikan tidak akan ada perubahan yang dapat dicapai di dunia ini. Manusia akan statis dan hanya bersifat menerima apa yang ada pada dirinya sekarang," katanya.

Menurut Poerwa, selama ini proses pembelajaran matematika masih cenderung pada konsep tradisional, yakni hanya menjejalkan rumus-rumus dan hafalan tanpa memberi masukan bagaimana siswa menyelesaikan suatu permasalahan dengan baik.

"Misalnya saja proses pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan bantuan media gambar dan cerita agar menyenangkan dan siswa menjadi tertarik," katanya.

Pada kegiatan seminar-seminar sering dicari ide-ide cemerlang bagaimana menciptakan proses pembelajaran matematika yang menyenangkan yang dikenal dengan "PAKEMI"= Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan dan Inovatif"
"Diharapkan dengan ide-ide baru dapat dihasilkan bagaimana pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi siswa selain itu juga ditujukan untuk berbagi pengalaman demi terciptanya metode pembelajaran matematika yang efektif dan efisien.
Kesimpulannya jangan sampai anak memanjangkan matematika dengan Makin Tekun Makin Tidak Karu-Karuan"... wkwkwkwkw...

CARA BELAJAR YANG BENAR


Tulisan ini saya tujukan terutama kepada adik-adik siswa SMU ke bawah. Kalau untuk para mahasiswa saya yakin mereka sudah dewasa dan sudah “mapan” sehingga mampu mengelola kegiatan belajar atau perkuliahannya dengan baik dan bijak. Kan sebutannya saja mahasiswa, so pasti ngerti “segala-galanya”. Sorry ya, bukannya nyindir lho. Sebabnya kalau kita bandingan dengan negara tetangga misalnya Australia, siswa di level university pun sebutannya sama yaitu student, bukan superstudent. :)

O.K. Let’s start. Waktu itu masih awal tahun ajaran baru dan saya duduk di kelas II SMP. Sebagaimana umumnya sekolah-sekolah negeri yang memanfaatkan secara maksimal fasilitas sekolah yang ada, demikian pula sekolahku terbagi dua shift (kayak di Rumah Sakit aja ada shift segala….), yaitu pagi untuk murid-murid kelas III dan sebagian kelas II serta siang untuk sebagian lagi murid-murid kelas II dan kelas I. (Jaman saya sekolah dulu tuh SMP cuma sampai kelas III, ga seperti sekarang yang sampai kelas IX, tinggi banget…). Saya termasuk yang dapat jatah siang dan tentu saja datang ke sekolah di siang hari. Kalau berani coba-coba datang pagi niscaya saya akan disuruh ngepel dulu ruang-ruang kelas yang ada…. ngga kok, just joke. :)

Pagi itu karena ga ada kerjaan (bukan pengangguran lho?!…. saya kan pelajar, jadi kerjanya ya belajar…), saya tanpa aba-aba ataupun komando dari siapapun iseng-iseng buka buku pelajaran Biologi, nama “kunonya” adalah Ilmu Hayat, dan tak hanya sebatas buka saja, tapi saya baca Bab Pencernaan Makanan.

Jam 12 teng WIB saya berangkat sekolah. Kebetulan hari itu memang ada mata pelajaran Biologi jam ke-tiga. Saat masuk kelas, Pak Guru Biologi tanpa ini-itu langsung perintahkan kami,”Keluarkan kertas selembar dan jawab soal berikut ini. Uraikan secara ringkas Proses Pencernaan Makanan.” Dalam hati saya,”Ini bapak Guru, tadi pagi sarapan apa ya?” “Jangan-jangan dia belum dapat jatah, maksudnya jatah makan siang.” Biasanya kan kalau mau ulangan selalu diberitahu minggu sebelumnya. Tapi yang kali ini sungguh mendadak dan tak terduga-duga.

Kami murid sekelas tanpa ada satu pun yang protes langsung ambil kertas yang diminta tadi dan mulailah tekun,entah konsentrasi atau ngelantur, menjawab soal itu. Saya ga perhatikan sekeliling kelas apakah mereka kawan-kawan bisa menjawabnya atau tidak. Saya sendiri juga tekun menjawab soal yang diajukan tadi. Sungguh aneh bin ajaib, apa yang tadi pagi saya baca, seakan terpampang kembali di depan mata saya. Kalimat demi kalimat yang telah saya baca di Buku Biologi itu, dengan lancarnya saya salin kembali di atas lembar jawaban saya.

Dan hasilnya? Yang pasti ga do re mi fa lah, apalagi ndog alias nol, hiii…. amit-arif deh ulangan dapat nol. Kalau murid TK bolehlah dapat nol sebab kelas mereka kan hanya dua, yaitu nol kecil dan NOL BESAR. Ini baru asli ngelantur…. :)

Berangkat dari pengalaman hari itu, saya berkesimpulan, “Oh… rupanya cara belajar yang baik itu seharusnya seperti ini.” Sebelum suatu bab pelajaran dibahas di kelas, sebaiknya kita sudah membaca bab tersebut dalam buku teks yang kita miliki terlebih dahulu. Dengan membaca terlebih dahulu “buku pegangan” maka kita sudah punya “modal awal” untuk “bertempur”. Maksudnya kita datang ke sekolah atau ke kampus sudah punya bekal untuk “mencocokkan” antara apa yang kita dapat dari buku teks tadi dengan materi dari guru atau dosen yang akan menguliahi kita.

Meskipun tidak seratus persen materi mampu kita pamahi dari buku yang kita baca tadi, paling tidak akan memudahkan pemahaman bagian-bagian yang sulit, dibandingkan dengan jika kita datang ke kelas dengan “otak kosong” atau tanpa bekal bahan pelajaran sedikitpun.

Keuntungan kita membekali diri dengan ilmu dari buku teks atau bahan-bahan rujukan lainnya saat berada di kelas adalah kita akan tahu seberapa profesionalnya guru atau dosen kita. Jika kita hadir di kelas tanpa basic sama sekali, maka ketika guru atau dosen keliru menjelaskan atau menguraikan suatu subjek, kita tidak akan tahu apakah itu salah atau tidak.

Oleh karena itu bacalah buku teks yang kita miliki. Jangan hanya dijadikan pajangan di atas meja belajar. Sedikit membaca, sedikit tahu. Banyak membaca, banyak tahu. Tidak membaca, tidak ada yang kita tahu. Apalagi kalau buku dibaca pada malam hari sebelum ulangan atau ujian yang istilah kerennya adalah SKS=Sistem Kebut Semalam, niscaya ilmu yang kita dapat hanya sebatas malam itu saja. Selesai ujian, otak pun kembali kosong seperti sedia kala.

Selamat membaca dan belajar. 8-)

Selasa, 13 April 2010

18 Mahasiswa PGSD.S1 Universitas Terbuka di Malang PPL ( Program Pengalaman Lapangan) di SDN Sukorejo 1 Gondanglegi Malang















10 April 2010
oleh:4ntoni.sutris@gmail.com

[sdn.sukorejo1Gondanglegi Online]
Sebanyak 18 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka di Malang ( PGSD.S1 ), Sabtu ( 10 April 2010 ) bertempat di SD Negeri Sukorejo 1 diterima oleh Bpk. Taman BA (Kepala Sekolah) dan Dewan Guru untuk melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam rangka pemenuhan persyaratan tugas bagi mahasiswa yang terintegrasi dengan program Sosialisasi dan Asistensi Program Percepatan Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun di Kabupaten,Malang.

Dosen pembimbing Program Pengalaman Lapangan (PPL), Dra.Susy Kuspambudi A.M.KOM dalam keterangannya menyampaikan, Tujuan PPL adalah untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa selama dalam menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi tersebut .
Dalam pelaksanaan PPL tersebut hasil yang dicapai dalam pengamatan selama praktek di lapangan ( kelas ) cukup memuaskan dan sudah mengena pada sasaran yang dituju. Namun masih ada beberapa sasaran yang harus disempurnakan antara lain, dalam pembuatan RPP hendaknya lebih Operasional dalam menentukan Indikator hendaknya disesuaikan dan ditindak lanjuti dengan skenario pembelajarannya. Dalam kata akhir Dosen pembimbing menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala sekolah dan semua dewan guru yang telah membatu pelaksanaan PPL tersebut sebagai Guru Pomong Dalam pelaksanaan PPL tersebut mahasiswa menyajikan meteri Eksak (Matematika, IPA dan Bhs Indonesia) ditambah dengan pembuatan RPP non Eksak ( PKn, IPS ,SBK )
18 mahasiswa Jurusan PGSD S1 ini mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Malang antara lain dari ,Lawang, Singosari, Sumberpucung,Gondanglegi Pagelaran , Ngajum, Kepanjen dan Malang Kota.
Dalam pelaksanaan PPL tersebut dilaksanakan dari klas II sampai dengan klas V

Penyaji materi terakir berakhir pukul 11.30 WIB.

Dalam kata akhir sambutan Kepala SD Negeri Sukorejo1 menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak Pengelola UPBJJ Universitas Terbuka Pokjar Dinas Pendidikan Kab.Malang yang telah menunjuk SDN Sukorejo 1 Gondanglegi sebagai tempat pelaksanaan PPL tahun 2010 ini. sehingga dapat bermanfaat bagi anak didik di SDN Sukorejo 1 khususnya dan bagi bapak ibu dewan guru SDN Sukorejo 1 Gondanglegi umumnya. Harapan selanjutnya demi kemajuan SDN Sukorejo 1 Gondanglegi mudah-mudahan di tahun mendatang untuk PPL dan kegiatan yang lain SDN Sukorejo 1 siap ditempati untuk kegiatan yang lainnya demi kemajuan sekolah.

. Dalam kegiatan PPL ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh mahasiswa, pertama, membawa misi memberikan bekal pengalaman kepada mahasiswa di lapangan, oleh karena itu mahasiswa harus menguasai apa yang harus disampaikan kepada masyarakat di lokasi PPL dan, kedua, jaga nama baik lembaga, dicari strategi dan pendekatan yang sesuai dengan tradisi dan karakteristik masyarakat. Dalam melaksanakan program-program kerja PPL, ketiga, dengan keberhasilan kegiatan ini akan menjadi kesan sukses bagi masyarakat dan sebagai media publikasi.”


DAFTAR MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA
POKJAR DINAS PENDIDIKAN KAB. MALANG
PPL di SDN SUKOREJO 1 GONDANGLEGI


No NIM Nama Mahasiswa
1 816145441 MOCH.CHOIRUL AMIN
2 816450006 RATNA MAYASARI
3 816393364 ENDANG RETNO.W
4 816347643 CHRISTINA WIJAYANTI
5 816840204 DEWI SAYEKTI ISMIYANI
6 816885388 ERNI LAILA FATMIANA
7 816347675 EMIWATI
8 816393389 SUHARTINI
9 816841173 SITI FATIMAH
10 816393371 SUPRAPTI ENDANG .H
11 816841428 NOVA RINDA .L
12 816409767 RENY SRY SETYAWATI
13 816409807 ERNI AGUS PRATIWI
14 816409932 MUNTAMAH
15 816145323 UMI HANIK
16 816845637 INA RAHMAWATI
17 816840609 AINUN FATIMATUS .S
18 816840465 ETTY NURHAIFAH

Dosen

Selasa, 06 April 2010

Senin, 05 April 2010


Pagelaran Seni Budaya SD Negeri Sukorejo 1 Tahun 2007

Saturday, 29 Juni 2007 ! 4ntoni.Sutris,Administrator


PSB 2007 ( Pagelaran Seni Budaya )
Konsep
PSB( Pagelaran Seni Budaya) merupakan acara rutin akhir tahun pelajaran yang diadakan oleh Sekolah Dasar Negeri Sukorejo 1 Gondanglegi Malang yang menampilkan warna warni kesenian daerah dan Budaya Indonesia. Acara ini merupakan acara tetap yang selalu diikuti oleh siswa siswi SD Negeri Sukorejo 1 dan melibatkan seluruh komponen warga sekolah dan guru dan masyarakat, demi terlaksananya kegiatan tersebut. Serta memiliki target untuk pelestarian Kebudayaan Daerah. Para peserta
( pengisi acara ) adalah kalangan siswa SD sendiri . Karena publikasi acara ini hingga menyentuh warga masyarakat desa ( scope nasional ) . Unit Seni Budaya ini berpartisipasi dalam acara pelepasan siswa kelas VI dan Kenaikan Kelas
Visi PSB 2007 : untuk mengembalikan kesadaran masyarakat akan budaya bangsa Ind.
Misi PSB 2007: mengenalkan kembali seni dan budaya Indonesia dan memahami urgensi keari
fan lokal budaya Indonesia dalam keseharian masyarakat

PSB diadaka pada
Tanggal : 29 Juni 2007
Tempat : Halaman SD Negeri Sukorejo 1 Gondanglegi Malang
Tama : " Romantisme Nusantara "
 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino