SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Kamis, 25 November 2010

Guru Sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sosok yang satu ini tidak pelit memberi ilmu.Tidak pula mereka banyak menuntut. Senang bila anak didiknya berhasil. Bekal yang diberikan pun besar manfaatnya sampai sekarang. Dan mereka pun menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa sebagai bentuk penghormatan.

Mereka yang dimaksud adalah guru. Dan hari ini, Kamis (25/11), bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional 2010. Sebuah hari yang istimewa bagi jutaan guru di Indonesia. Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).

.Jasa-jasa guru mendapat perhatian khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat menghadiri Hari Guru Nasional pada 2004 silam, Presiden Yudhoyono mulai reformasi keberadaan guru, yakni dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai tenaga profesional.

Dengan demikian guru mengemban tanggung jawab untuk mencapai kemajuan pendidikan. Sejalan dengan proses tersebut tak jarang mereka menemui banyak kesulitan. Di antaranya gaji yang disunat, rendahnya upah guru, dan kecilnya peluang jenjang karier. Namun semua itu tak mengurangi motivasi mengajar. Semangat itu ditunjukkan para guru di desa-desa terpencil. Mereka tulus berbagi ilmu di tengah keterbatasan yang ada.

Demikianlah jasa guru. Jasa mereka amat besar. Begitu pula pengaruh para guru mendidik dan membimbing murid. Teruslah kau berjuang guru, agar tercipta peserta didik yang berilmu tinggi, berakhlak mulia dan mencetak pemimpin yang mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Rabu, 24 November 2010

Peran Guru dan Mutu Pendidikan

                     Guru di sekolah mempunyai fungsi ganda, sebagai pengajar dan pendidik, maka guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Secara teori dalam peningkatan mutu pendidikan guru memiliki peran antara lain sebagai salah satu komponen sentral dalam sistem pendidikan, sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan), penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang benar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab, sebagai faktor kunci, mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi, dan gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan system pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler, sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat, sebagai pemonitor praktek profesi.
                             Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah Benarkah guru sebagai penentu keberhasilan pendidikan di Indonesia? Mencermati dan memperhatikan Pendidikan di Indonesia, timbullah suatu permasalahan yang menjadi permasalahan nasional, terutama menyangkut masalah standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dan lain-lain. Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar dan mengajar, tetapi cukup ditentukan dengan hasil UN selama 3 hari yang sudah ditentukan standar nilai minimumnya. Suatu hal yang tidak logis untuk menilai seseorang mampu dan tidak mampu hanya dari satu aspek saja yaitu aspek kognitif, sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yang membimbing, orang yang membina di sini peran guru dikorupsi.
                             Beberapa kasus terjadi, ada seorang siswa yang sering menjuarai berbagai olimpiade sampai tingkat Nasional, berperilaku baik dan santun namun pada saat kelulusan ia dinyatakan tidak lulus. Di sisi lain ada seorang siswa yang kurang baik dalam berperilaku, sering bolos dan tidak sopan, namun ia mendapat nilai tertinggi saat kelulusan. Sungguh ketidak adilan dalam hal ini sangat menonjol. Di sinilah permasalahan pendidikan di Indonesia yang memunculkan suatu pertanyaan terhadap kelulusan siswa yang hanya ditentukan oleh Ujian Nasional, sedangkan materi lain dan keaktifan serta intelektual siswa lainnya yang menyangkut aspek afektif dan psikomotorik siswa tidak dinilai.
                             Jadi peran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik disini kurang menentukan hasil pendidikan jika tolok ukurnya masih demikian. Untuk apa susah susah sekolah guru kalau hanya jadi TUKANG AJAR??. “Guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Pepatah ini dapat memberi kita pemahaman bahwa betapa besarnya peran guru dalam dunia pendidikan pada saat masyarakat mulai menggugat kualitas pendidikan yang dijalankan di Indonesia maka akan banyak hal terkait yang harus dibenahi. Masalah sarana dan prasarana pendidikan, sisitem pendidikan, kurikulum, kualitas tenaga pengajar, dll. Secara umum guru merupakan faktor penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. Walaupun masih diukur dengan Ujian Nasional.Mudah mudahan peranan guru menjadi tolah ukur pendidikan di Indonesia amiiiiiinnnn

Sabtu, 20 November 2010

Permendiknas No 28/ 2010 Untuk Mengendalikan Mutasi Guru

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah dimana mutasi kepala sekolah menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Nasional direspon positif oleh Pengamat Pendidikan Arief Rahman. ''Pemerintah Pusat memang mempunyai kewenangan untuk mengendalikan mutasi kepala sekolah,'' tutur dia ketika dihubungi Republika.

Yang tentu saja kewenangan itu tidak langsung tapi pusat mendapatkan informasi dari dinas pendidikan di daerah. Permen tersebut dikeluarkan oleh Mendiknas M Nuh menurut Arif merujuk pada empat hal. Yaitu pengendalian standar profesi kepala sekolah.Adannya penyebaran kesempatan mutasi kepala sekolah bisa antar provinsi atau kabupaten kota.

Tetap memberi kesempatan kepada daerah untuk mengurus masalah mutasi tapi tetap dikonsultasikan ke pusat. ''Dan saya lihat ini juga masalah manajemen. Mungkin ada studi sebelum kebijakan ini dikeluarkan,'' tutur dia.

Di sisi lain, Arif juga melihat kebijakan ini ingin membatasi kepentingan politik yang mulai masuk ke dunia pendidikan.''Kepala sekolah itu profesi akademis dan bukan profesi politik,'' kata dia.

Menurut Arif, yang penting peraturan ini tidak membelenggu daerah dalam penentuan kepala sekolah di daerah.''Pemerintah punya wewenang mengendalikan karena pemerintah pusat harus mempertanggungjawabkan mutasi kepala sekolah,'' tutur dia.

HARI GURU dan HUT PGRI ke 65 Kab.Malang 2010

  
             Sekitar 30 000  Warga PGRI Kab. Malang  mengikuti gerak jalan santai pada Sabtu 20 Nopember 2010. Even tersebut  digelar dalam rangka menyambut Hari Guru dan HUT PGRI  ke-65 .Gerak jalan ini Start diberangkatna oleh Bupati Malang H.Rendra Kresna didampingi Oleh Ketua PGRI Kab Malang H.Drs.Wongso Suharsono MSi.

            "Gerak jalan santai ini dipilih menjadi ajang kegiatan  olah raga yang paling interaktif di antara sesama peserta. Selain itu murah meriah. Jadi nilai silaturahimnya sangat terasa dan menjadikan ajang tali silaturohmi sesama peserta karena merupakan ajang reuni di masa lalu. Dan Alhamdulillah, respon warga PGRI Kab Malang  dan sekitarnya sangat luar biasa ," Acara ini diikuti oleh Warga PGRI Kab Malang  dan anak didik dari SD ,SMP,dan SLTA di sekitar Kepanjen kab Malang.

Meski peminat peserta sudah banyak, panitia masih membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam rangka kegiatan ini. Gerak jalan santai tersebut bisa diikuti oleh siapapun tanpa batas usia dan tanpa pungutan biaya.

               Salah satu yang menjadi alasan banyaknya peminat adalah hadiahnya yang spesial. Menurut panitia pelaksana, hadiah yang disediakan antara lain umrah, Almari ES dua pintu, sepeda gunug, sepeda mini TV 21 dan 14 in kipas angin   dan masih banyak lagi doorprisce serta hadiah menarik lainnya.

               Gerak jalan santai itu dilaksanakan hari Sabtu tanggal 20 Nopember 2010 pagi dengan start dari  Stadion Kanjuruhan Kepanjen dan berakhir di tempat yang sama juga. Sesampainya di stadion Kanjuruhan Kepanjen , seluruh peserta akan disuguhi  hiburan Elektone dan beberapa artis penyanyi dari Kab. Malang dan warga PGRI  dan pengumuman hadiah.
Adapun  Hadiah Utama
                        I  di raih Oleh Warga PGRI  dari  IGTKI  Cepokomulyo Kepanjen
                       II .diraih Oleh Warga PGRI Sumberpucung
                     III  diraih Oleh  siswi SDN Kepanjen 7 Kepanjen
                     IV. diraih Oleh Siswa SMPN 3 Kepanjen
Yang paling unik dalam pembagian  hadiah hiburan secara  Cuma Cuma / secara spesial kepada peserta  dari luar kab. Malang antara lain Pacitan,Kediri Blitar ,Tulungagung,,Jombang dan Kodya Malang Pembagian Hadiah tersebut dibuktikan dengan tanda bukti KTP



Selasa, 16 November 2010

Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai perilaku (karakter) kepada warga sekolah yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

Sabtu, 13 November 2010

Senam Kesegaran Jasmani dan Senam Sehat

Kriiiing Kriiiiiiiiing terdengar suara bel yang berbunyi dari halaman sebuah Sekolah Dasar Negeri Sukorejo 1 ,terdengar juga suara seorang guru lelaki berperawakan tegap memberi aba-aba siap grak dan seterusnya.
Anak-anak segera berbaris yang rapi,rentangkan tangan kesamping,rentangkan ke belakang,jaga jarak jangan sampai bersentuhan dan lain sebagainya. .”
Kemudian terdengar suara pesawat compo yang terdengar sangat keras sekali Memperdengarkan musik Senam Kesegaran J asmani 88..
Kegiatan tersebut diatas adalah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pagi sebelum jam masuk sekolah di SD Negeri Sukorejo 1 .Senam kesegaran jasmani sangat populer saat ini dengan musik SKJ 88 dan disamping itu pula juga diselingi dengan Senam Sehat yang dipergunakan untuk selingan SKJ 88..
Kegiatan ini hampir di lakukan di seluruh sekolah maupun instansi pemerintah. yang pernah merasakan jaman itu di akhir 80-an sampai 90-an pasti yang pernah merasakan
jaman itu di akhir 80-an sampai 90-an pasti selalu mendengarkan musik SKJ 88 tiap pagi sebelum masuk kelas. Namun acara ini dapat terhalang apabila suasa halaman sekolah sangat becek.Maklum kondisi halaman tersebut masih berupa tanah lapang yang sangat luas dengan ditumbuhi oleh rumput berwarna hijau.Beginilah kegiatan rutin kami di SD Sukorejo 1 mudah mudahan kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi anak didik kami khususnya SD Negeri Sukorejo 1 Gondanglegi Malang. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin !

Kamis, 11 November 2010

Ucapkan Rasa Terima Kasih Dengan Tasyakuran

Sebagai rasa terima  Mahasiswa Universitas Islam Negri Malang ( UIN ) , mengggelar acara tasyakuran di SD Negri Sukorejo 1. Acara ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa yang sedang melaksanakan Observasi Bimbingan dan Konseling / Study Kasus di SDN Sukorejo 1 Gondanglegi,Kamis 11 Nopember 2010.
Dalam sambutannya salah seorang mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas segala bimbingan dan arahan dari Kepala SDN Sukorejo 1 dan semua dewan guru yang telah membantu dalam pelaksanaan Observasi ini
Dalam sambutan balasan kepala SDN Sukorejo 1 Taman BA mengatakan mudah mudahan ilmu yang didapat selama dalam bangku perkuliahan dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara yang kemudian akan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.
Pada saat yang bersamaan dilakukan acara makan tumpeng bersama dewan guru dan mahasiswa yang diprakarsai oleh mahasiswa UIN Malang didahului oleh pembacaan doa yang dibawakan oleh Ustad Abdul Rofik selaku guru Agama Islam di SD Sukorejo 1 dan setelah acara tersebut dilakukan acara Foto bersama ( Guru ,Mahasiswa dan Murid ).
Acara ini diselenggarakan bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara dewan guru dan mahasiswa UIN Malang yang sedang Observasi di SD Negeri Sukorejo 1 . Dan dengan adanya tasyakuran ini di harapkan kita berdoa bisa menjalankan program kerja kita yang akan kita jalankan selama setahun kedepan tanpa adanya kendala yang menghalanginya

Jumat, 05 November 2010

Bantuan Korban Letusan G Merapi dan Mentawai Warga SDN Sukorejo 1 Gondanglegi


4ntoni Sutris@gmail.com. Guru dan Siswa SDN Sukorejo1Gondanglegi, hari ini, Jumat 5 Nopember 2010 menggelar aksi penggalangan dana dan doa untuk korban Merapi dan Tsunami Mentawai. Aksi tersebut merupakan solidaritas dan bentuk kepedulian mereka terhadap saudara-saudaranya yang terkena musibah bencana alam letusan G Merapi dan Gelombang Tsunami di Kepulauan Mentawai..
Salah seorang siswa mengatakan, aksi tersebut sangat positif untuk memupuk rasa kebersamaan terhadap saudara sebangsa. "Hanya doa dan sedikit dana yang tidak seberapa yang bisa kami berikan untuk saudara-saudara kita, baik di Merapi maupun Mentawai," ujarnya.

Mereka berdoa, warga yang menjadi korban akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik selanjutnya. "Semoga mereka segera pulih dan hidup normal kembali, serta memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya,"
Sebelum acara penggalangan dana dari kelas ke kelas dilakukan, sejumlah siswa juga menggelar pembacaan kalimat tahlil dilakukan oleh kelas 4 s/d 6 terlebih dahulu dan melakukan doa bersama. Baru setelah itu, secara bergilir, para siswa ikut menyisihkan sebagian uang sakunya untuk disumbangkan kepada saudara-saudaranya korban Merapi dan Mentawai.
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada sesama dalam bidang pendidikan dan kesehatan serta lingkungan hidup maupun bencana alam ke Pundi Amal SCTV dengan No.rekening Pundi Amal SCTV (BCA Wisma Asia Jakarta No.Rekening 084-266-2000

Rabu, 03 November 2010

Permendiknas No 28 Tahun 2010 | Mutasi Kasek Kini Kewenangan Menteri

Permendiknas No 28 Tahun 2010 | Mutasi Kasek Kini Kewenangan Menteri Kini ada aturan baru tentang mutasi kepala sekolah (kasek). Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengambil alih kewenangan daerah untuk memutasi kasek.Itu seiring diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah.
Mendiknas M. Nuh menjelaskan, peraturan tersebut berlaku untuk mutasi Kasek/madrasah pada jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Tidak terkecuali rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). "Semua jenjang akan diatur oleh Permendiknas," ungkapnya.
Menurut Nuh, pemindahan kewenangan itu salah satunya untuk menyiapkan pimpinan tertinggi lembaga pendidikan dengan baik. Dia menjelaskan, jika sebelumnya kepala daerah dapat memutasi Kasek dengan mudah, kini calon Kasek wajib mengikuti berbagai seleksi ketat. "Pemerintah daerah tidak bisa lagi semena-mena mengganti Kasek," ujarnya.
Permendiknas yang ditetapkan pada 27 Oktober 2010 ini, kata Nuh, sengaja dikeluarkan untuk melindungi Kasek dari politik pemerintah yang seringkali merugikan mereka. "Kami mendengar banyak laporan tentang Kasek yang menjadi korban politik," ungkap mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (menkominfo) itu. (sumber: jpnn.com)
 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino