SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Minggu, 09 Februari 2014

Menciptakan Proses Belajar Yang Efektif

Pada jenjang pendidikan anak usia dini adalah masa keemasan bagi anak yang sangat mempengaruhi masa depan anak, apabila kita dapat memberikan nutrisi otak yang cukup dan seimbang kita dapat dengan mudah memantai perkembangan anak untuk lebih mengarahkan di bidang keahlian anak. Belajar melalui eksperimen lebih efektif & bermakna dibanding hanya teori. Menciptakan proses belajar yang efektif dan bermakna bagi anak tidaklah sulit. Kuncinya adalah kegiatan belajar itu disesuaikan dengan karakter dan perkembangan anak. Untuk anak usia sekolah dasar (SD), berikut adalah aneka cara belajar efektif dan bermakna bagi anak yang paudalqudsiah.blogspot.com kutip dari Kompas (4/2/2014), cara belajar ini harus kita ketahui dan pahami.

Memberikan contoh nyata

Cara belajar efektif yang paling awal dikenal manusia adalah meniru. Anak akan melakukan pengamatan pada sesuatu yang menarik. Lalu mereka mulai belajar menirukan apa telah dilihatnya. Untuk itulah orang tua dan guru harus memberikan contoh nyata bagi anak. Apa yang kita katakan dan lakukan di depan anak akan membentuk pikirannya.

Lingkungan dan televisi juga sangat memberikan pengaruh yang kuat pada anak. Oleh sebab itu berikan anak lingkungan serta tontonan yang baik. Dengan begitu, cara belajar anak tidak hanya efektif, tapi juga positif bagi tumbuh kembangnya. Orangtua memiliki peran penting. Sebab, orangtua adalah contoh pertama dan utama bagi anak.

Manfaat cara belajar ini bagi anak antara lain; anak memiliki pondasi belajar yang baik melalui meniru sesuatu yang baik. Sehingga perilaku sosial yang baik menjadi berkembang. Contohnya dengan melihat dan meniru saat orangtua membantu orang yang kesusahan, anak pun belajar mengembangkan kepekaan sosial.

Belajar melalui Eksperimen

Anak senang mengeksplorasi setiap hal yang ada di sekitarnya. Cara belajar yang efektif bagi anak yaitu dengan bereksperimen serta bereksplorasi. Contohnya anak diajak berekplorasi warna; putih dengan merah dicampur lalu akan melahirkan warna pink.

Manfaat cara belajar dengan eksperimen bagi anak, mereka mengalami langsung. Dengan begitu apa yang mereka pelajari, amati, eksplorasi akan lebih bermakna, dibandingkan dengan belajar dari membaca atau mendengar. Cara belajar ini anak akan mendapat jawaban langsung dari rasa ingin tahunya.

Cara belajar melalui eksperimen memerlukan pengarahan orangtua dan guru suapaya anak tidak belajar atau mencoba hal yang salah. Cara belajar melalui mencoba dan mengalami sesuatu ini mengajarkan anak untuk belajar menikmati proses. Sehingga kreativitas dan rasa ingin tahunya menjadi lebih berkembang.

Belajar dengan terintegrasi

Otak seorang anak kelas rendah SD berkembang, terbentuklah sambungan-sambungan baru di dalam otaknya yang didasari proses belajar dan pengalaman sebelumnya. Hal ini terjadi karena anak sudah mampu menggabungkan yang sudah mereka pelajari dengan mengikuti contoh yang mereka pelajari lewat eksperimen dan eksplorasi untuk membentuk informasi baru.

Itulah proses cara belajar efektif terjadi pada anak. Mereka mulai menggunakan apa yang sudah dipelajari untuk membuat generalisasi. Tingkat pemahaman yang baru ini lalu dialihkan, dimanfaatkan dalam situasi baru, lalu digunakan untuk memecahkan masalah baru.

Orangtua dan guru harus mendorong dan memberikan umpan balik yang positif pada anak. Perhatikan apa yang mereka lakukan dan dengarkan, serta apa yang mereka katakan. Jangan sesekali mengabaikan atau tidak merespons dengan baik semua pertanyaannya ataupun tanggapannya tentang sesuatu hal.

Guru Profesional Diganjar Gelar Gr

JAKARTA - Ada-ada saja upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengatrol profesionalisme guru. Paling anyar, mereka memberikan gelar Gr kepada guru-guru yang sudah profesional. Peletakan gelar atau title Gr itu di belakang nama lengkap guru bersangkutan. Contohnya jika ada guru yang bernama Ahmad Budi SPd, setelah dicap menjadi guru profesional maka nama langkapnya menjadi Ahmad Budi Gr SPd. Aturan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 87 Tahun 2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG). Gelar atau sebutan profesional tadi diberikan kepada lulusan program PPG. Program ini dijalankan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Di akhir masa studi, pihak LPTK berwenang mengeluarkan sertifikat profesi guru. Lama studi di PPG ini dihitung berdasarkan beban belajar sesuai dengan jenjang pendidikan yang akan diajar peserta PPG. Rinciannya adalah, beban belajar untuk calon guru TK/sederajat bagi lulusan S1 PGTK atau PGPAUD adalah 18 sampai 20 SKS (satuan kredit semester). Sedangkan bagi peserta PPG dengan ijazah selain S1/D-IV Kependidikan PGTK atau PGPAUD, beban belajarnya ditetapkan sebanyak 36 hingga 40 SKS. Kemudian untuk calon guru SD/sederajat dengan ijazah S1 PGSD beban belajarnya dipatok 18 " 20 SKS. Sedangkan untuk peserta PPG dengan ijazah S1/D-IV Kependidikan selain PGSD, beban belajarnya dinaikkan menjadi 36 - 40 SKS. Bagi calon guru jenjang SMP/sederajat atau SMA/sederajat dengan ijazah baik yang berijazah S1/D-IV Kependidikan maupun S1/D-IV nonkependidikan, beban belajarnya ditetapkan 40 SKS. Sementara terkait dengan lama studinya, tidak diatur dalam Permendikbud ini. Aturan lebih detail nanti dibahas bersama dengan LPTK atau kampus pelaksana program PPG. Salah satu kampus LPTK adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rektor UNY Rohmat Wahab mengatakan masih asing dengan istilah atau gelar Gr bagi guru profesional itu. "Kok aneh dan terdengar lucu. Nantinya ditaruh di depan atau belakang nama?" katanya. Rohmat mengakui belum membaca Permendikbud yang terbaru itu. Rohmat mengatakan jika gelar itu ditempatkan di belakang nama, maka akan bergandeng dengan gelar akademik seperti SPd (sarjana pendidikan) atau SPdI (sarjana pendidikan agama Islam). "Terus jika dia mengajar fisika, apakah nanti juga anak ditambai gelar spesialis fisikan," paparnya lantas tertawa. Dia mengatakan aturan baru itu belum disosialisasikan ke mahasiswanya ataupun para guru. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menyambut baik pemberian gelar Gr kepada guru profesional itu. Dia menduga gelar itu ditetapkan Kemendikbud, karena ingin mencontoh sistem profesi di kalangan dokter. "Dokter yang baru lulus sarjana, kan belum bergelar dr. Baru setelah mengikuti program profesi, mendapatkan gelar dr dan bisa berpraktek," paparnya. Sulistyo berharap Kemendikbud tidak setengah-setengah dalam mencontoh atau menerapkan sistem profesi dari kalangan dokter. "Jangan hanya simbolis memberikan gelar Gr saja," ujar pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Tengah itu. Menurut Sulistyo, Kemendikbud harus konsisten menjalankan sistem keprofesian seperti di kalangan dokter. Baik itu terkait dengan pelatihan atau pembinaan keprofesionalan, penetapan standar penghasilan yang layak, hingga keberadaan organisasi profesi. Sulistyo mencontohkan di kalangan dokter, sistem organisasi profesinya berjalan tertib dengan menginduk di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sedangkan di kalangan guru, Kemendikbud sampai sekarang belum menetapkan secara hukum organisasi profesi guru di Indonesia ini. Sementara itu di jajaran Kemendikbud, informasi gelar baru untuk para guru ini belum meluas. Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, masih mengetahui detail tentang aturan ini. "Saya belum ikut bahas itu (Permendikbud 87/2013, red)," katanya. (wan)

Selasa, 04 Februari 2014

Informasi Tentang Tunjangan Profesi Guru 2014

Khusus untuk Direktorat P2TK Dikdas memverifikasi kelayakan calon penerima tunjangan profesi lulusan tahun 2007 sampai dengan 2012 maupun lulusan tahun 2013 (beban mengajar 24 jam, rasio siswa guru, masa kerja, golongan, dan gaji pokok) secara digital sebelum SKTP diterbitkan.

Sebelum penerbitan SKTP, guru dapat melihat kelengkapan data dan/atau persyaratan untuk menerima tunjangan profesi pada situs www.kemdikbud.go.id dan akan dikirim melalui email, untuk melengkapi jika ada persyaratan yang kurang melalui sistem dapodik di sekolah masing-masing.

Bagi guru yang SKnya belum terbit karena datanya belum memenuhi persyaratan, akan diterbitkan jika guru tersebut memenuhi syarat berdasarkan hasil pengecekan Dapodik yang datanya sudah diperbaiki oleh guru yang bersangkutan melalui operator sekolah paling lambat triwulan ke dua.
 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino