SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Selasa, 04 Oktober 2016

Mengapa banyak orang ingin menjadi PNS?

Siapa bilang menjadi PNS itu tidak menyenangkan, kenyataaan telah membuktikan bahwa minat menjadi PNS semakin bertambah, karena dengan menjadi PNS anda akan mempunyai keuntungan :
  • Keamanan Jaminan Kerja, karena diangkat dengan SK Menteri, Gubernur, Walikota atau Bupati.
  • Gaji Pasti dan Tinggi, ada gaji pokok dan berbagai macam jenis tunjangan
  • Lupakan PHK? ... pernah dengar PNS di PHK, jarang sekali kecuali anda melakukan kesalahan-kesalahan berat.
  • Punya Jenjang Jabatan yang Jelas.
  • Promosi Jabatan. dari Kepala Seksi hingga Dirjen, bahkan Menteri.
  • Kuliah dan Training gratis dari pemerintah, baik dari S1 sampai S3.
  • Pensiun Dijamin.
  • dan banyak lagi

Menjadi Pegawai Negeri Itu Tidak Mudah,
Persaingannya Ketat!!

Benar persaingannya memang ketat, bayangkan Lowongan CPNS yang hanya diperuntukan oleh puluhan orang tetapi di lamar oleh ratusan bahkan ribuan orang . Tetapi tahukan anda bahwa ternyata kesempatan untuk jadi PNS justru tetap besar. Kenapa demikian? karena kenyataannya adalah 85% orang yang mendaftar menjadi CPNS tidak dibekali persiapan yang matang

Selasa, 16 Juni 2015

Temu Kangen SD Negeri Sukorejo 01 Gondanglegi 15 Juni 2015

Mungkin ada diantara teman-teman kita yang bertanya, “Apa sih pentingnya Temu Kangen”, pastinya alamat susah nih untuk menjelaskan satu demi satu kepada masing-masing orang. Nah...... untung kita punya web ini, mudah-mudahan dapat menjadi media informasi dan juga pencerahan bagi teman-teman kita yang lain. Temu Kangen Temu Kangen itu berasal dari 2 kata, yaitu “Temu” yang artinya Jumpa dan “ Kangen” yang artinya Rindu . Jadi jika digabung maka bisa diartikan “ Jumpa dalam Kerinduan”. Tujuannya adalah berkumpulnya kembali dengan teman, rekan, saudara, bahkan keluarga yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Terus apa donk tujuan dari Temu Kangen tersebut???? Berikut ini ada sedikit bahasan dari Admin, mungkin ada pendapat berbeda dari teman-teman, tapi it's okay donkk, kalo semua dimasukin jadi banyak kaya novel ntar jadinya.. hehee.. 1. Jalin Silaturahmi Dengan temu kangen kita bisa menjalin kembali hubungan kita dengan teman seperjuangan dulu. Kita bisa mengetahui kabar mereka, di mana mereka tinggal, di mana mereka kerja, dan bagaimana keadaan mereka saat ini. Bisa juga jadi ajang saling memaafkan kalo dulu masih punya salah sama orang lain.. Haruss donkk.. hehee.. 2. Nostalgia Temu kangen juga bisa jadi ajang untuk mengingat kembali semua kenangan, suka duka, tawa canda, tangis haru, macam-macam lahh, ga bisa disebutin satu per satu.. hihii.. Dan pastinya bisa menjadi hal yang menyenangkan bisa mengingat masa-masa sekolah, tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah, kaya lagu “Kisah Kasih di Sekolah” itu lohh.. hehee.. 3. Networking Dengan temu kangen kita bisa saling bertukar informasi tentang disiplin pekerjaan yang digeluti oleh teman-teman kita. Dengan demikian kita dapat saling menghubungi jika ada peluang bisnis sekarang ataupun nanti. Untuk yang belum berhasil, sapa tau ada teman baik kita yang bisa membantu untuk meniti karir lebih baikk.. Iyaa nggak..?? 4. Intermezzo Dengan temu kangen ini, pada akhirnya kita memberikan kesempatan menghibur diri kita sendiri. Sedikit senyuman atau bahkan celaan dan canda tawa yang dulu pernah hadir, pasti akan hadir kembali di temu kangen ini. Yang pastinya,, kita akan pulang dengan senyuman dan semangat baru untuk menata kembali kehidupan kita agar menjadi lebih baikk.. Tetap Semangatttt!!!! Yah yang namanya hidup ada kalanya kita di atas dan terkadang di bawah, tapi ga perlu karena hal itu kita jadi berkecil hati. Tuhan pasti punya rencana terbaik untuk kita, mungkin ga sekarang tapi nanti, asalkan kita mau berusaha, ga menyerah, n pastinya berdoa. Dan satu yang terpenting juga, tetaplah menjadi diri kita sendiri, Akhir kata.. mari kita semua, Bapak/Ibu Guru, semua alumni SD Negeri Sukorejo 01 Gondanglegi Malang kita sukseskan acara ini dan kita perkuat jalinan persaudaraan serta persahabatan sebagai Alumni SD Negeri Sukorejo 01 Gondanglegi untuk menjadikan sekolah kita ini tetap menjadi Sekolah Terbaik di Malang dan Terima kasih yang tak terhingga buat Haris Pratama Mahasiswa Univeesitas Brawijaya Malang selaku Koordinator Acara dan Rekan rekan Dari UMM .Unisma dan yang lainnya ..

Senin, 09 Juni 2014

22 Poin Penting Berkaitan dgn beberapa Perubahan Yg Menjadi Substansi Utama Kurikulum 2013

Berbicara tentang substansi Kurikulum 2013 sebagai sebuah kurikulum baru yang akan diterapkan pada awal tahun pelajaran 2013-2014, secara umum bukanlah merupakan sebuah desain atau produk baru perangkat mata pelajaran atau program pendidikan bagi dunia pendidikan kita, dengan kata lain bahwa konsep yang ditawarkan oleh Kurikulum 2013, pernah dan telah diterapkan pada Kurikulum pendahulunya seperti KBK/KTSP bahkan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Di Kurikulum KTSP bahkan kita disuguhi berbagai macam pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir yang pada intinya pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student center), misal pembelajaran konstruktivisme, Pembelajaran Kontekstual, Quantum Learning, Problem Based Learning, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran kooperatif, dan lain sebagainya. Kembali pembahasan tentang kurikulum 2013, berikut ini akan disajikan 22 point penting substansi utama Kurikulum 2013 di tingkat SMP berdasarkan draft Pengembangan Kurikulum 2013: Kompetensi lulusan: Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Analisanya bahwa dalam draft kurikulum 2013, nampak jelas bahwa dari tiga domain pendidikan yang ada, secara tegas terlihat adanya penekanan perhatian terhadap peningkatan proporsi 2 domain yang selama ini kurang berkembang dalam diri siswa yaitu domain afektif dan domain psikomotorik. Analisa ini sekaligus diperkuat pada cara pengetikan domain kognitif dalam draft bahan uji publik kurikulum 2013, yang sengaja diletakkan dibelakan kedua domain ini. Ini berarti bahwa kurikulum 2013 secara serius mengupayakan perubahan keseimbangan proporsi pengembangan ketiga domain tersebut dalam pembelajaran. Kedudukan mata pelajaran: Kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. Jumlah mata pelajaran dari 12 menjadi 10. Dalam hal ini mata pelajaran TIK, Muatan Lokal, dan “Pengembangan Diri” diintegrasikan ke dalam mata pelajaran dan kegiatan lain. Sehingga tidak lagi ditemukan di struktur kurikulum 2013, sementara itu dimunculkan satu mata pelajaran baru dengan nama Prakarya. TIK menjadi media semua mata pelajaran. Hal ini menjelaskan bahwa mata pelajaran TIK sesungguhnya tidak “dilenyapkan” seperti kekhawatiran beberapa pihak, namun diintegrasikan pada setiap pelajaran pada saat setiap guru menyajikan pembelajarannya. Kendala yang bisa muncul disini adalah faktor rendahnya kemampuan guru dalam memanfaatkan ICT dan kekurangtersediaannya fasilitas ICT di sekolah. Mata pelajaran Muatan lokal, bisa terintegrasi ke dalam mata pelajaran Penjasorkes, Seni budaya, dan Prakarya dan Budidaya. IPA dan IPS masing-masing tetap diajarkan secara terpadu. IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Bahasa Inggris diajarkan untuk membentuk keterampilan berbahasa Pengembangan diri terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan ekstrakurikuler. Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran. Jumlah jam pelajaran per minggu yang tadinya 32 jam/minggu menjadi 38 jam/minggu. Hal ini diartikan bahwa beberapa mata pelajaran ditambahkan masing-masing 1 (satu) jam pelajaran perminggunya meliputi Pendidikan Agama menjadi 3 jam, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi 3 jam, Bahasa Indonesia menjadi 5 jam, Matematika menjadi 5 jam, Seni Budaya menjadi 3 jam, dan Penjasorkes menjadi 3 jam. Hal ini ditujukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas dalam memberikan proporsi yang seimbang antara kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran. Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat dan guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan Pergeseran dari penilain melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Pertanyaanya, model daftar nilai dan Nilai Laporan Siswa (Raport) apakah turut berubah untuk mengakomodasi semua aspek penilaian autentik. Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian Ektrakurikuler terdiri atas yaitu Pramuka (wajib), OSIS, UKS, PMR, Dll Domain Sikap meliputi memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Domain Keterampilan meliputi: memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah Domain Pengetahuan meliputi: memiliki pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta) untuk semua mata pelajaran Adapun di kemudian hari terjadi perubahan sebagai tindak lanjut dari diskusi dan masukan terhadap point-point tersebut maka informasi yang saya sampaikan sifatnya menyesuaikan dengan informasi teraktual. Semoga bermanfaat.

Minggu, 04 Mei 2014

1.064.105 SK PENCAIRAN TPG TELAH DITERBITKAN OLEH KEMENDIKBUD

1.064.105 SK PENCAIRAN TPG TELAH DITERBITKAN OLEH KEMENDIKBUD seseorang guru bisa dikatakan Layak atau tidaknya mendapatkan SK Tunjangan Profesi Guru, semua itu dilihat dari kelengkapan persyaratannya. beberapa alasan yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh SK Tunjangan Profesi Guru : 1. karena telah pensiun atau meninggal dunia, 2. tidak memenuhi kewajiban 24 jam mengajar, 3. beralih ke jabatan struktural, 4. guru tidak tetap, 5. rasio guru dan siswa di sekolah normal kurang dari satu kelas 20 siswa. Persyaratan untuk tunjangan profesi bisa disalurkan, pertama kalau dia sudah ditetapkan berhak mendapatkan TPG dalam bentuk SK,” Muhamad Nuh sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan sebanyak 1.064.105 SK pencairan tunjangan profesi guru (TPG), terhitung 24 April 2014. Jumlah tersebut sebanding dengan 85,30 persen dari total pemilik sertifikat yaitu 1.247.537 guru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, dengan terbitnya SK pencairan tersebut, ditambah dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kabupaten/kota sudah dapat menyalurkan TPG kepada para guru. “Itulah payung dari kabupaten/kota unutk mencairkan TPG, karena anggarannya sudah ngendon di kabupaten kota,” demikian disampaikan Mendikbud pada jumpa pers usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kantor Kemdikbud, Jumat (02/05/2014). SK yang telah dikeluarkan oleh Kemdikbud untuk penyaluran TPG PNSD ini terdiri dari : 1. SK untuk guru jenjang PAUD (TK) 2. pendidikan dasar (SD, SMP, SLB) 3. pendidikan menengah (SMA dan SMK) Untuk pemilik sertifikat yang lain (14,70 persen) lainnya, sebagian sedang menunggu proses verifikasi dan sebagian lainnya tidak layak mendapatkan SK. Demikian informasi tentang SK tunjangan Profesi Guru, kami ucapkan selamat bagi rekan-rekan yang telah terbit Sk nya. sumber : http://kemdikbud.go.id/
 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino