SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Sabtu, 28 Juli 2012

Prinsip Pengembangan Silabus

   Ilmiah. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan.
2.    Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
3.       Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4.     Konsisten  Ada hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5.      Memadai Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar.
6.  Aktual dan Kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7.       Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidikan, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.  Sementara itu, materi ajar ditentukan berdasarkan dan atau memperhatikan kultur daerah masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan peserta didik tidak tercerabut dari lingkungannya.
8.       Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
9.       Desentralistik. Pengembangan silabus ini bersifat desentralistik.  Maksudnya bahwa kewenangan pengembangan silabus bergantung pada daerah masing-masing, atau bahkan sekolah masing-masing. 
D. Tahap-tahap Pengembangan Silabus Pembelajaran

1.      Perencanaan
Tim yang ditugaskaan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multi media dan internet.

2.      Pelaksanaan
Dalam melaksanakan penyusunan silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus Pembelajaran, seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

3.     Perbaikan
Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum, ahli mata pelajaran, ahli didaktik-metodik, ahli penilaian, psikolog, guru/instruktur, kepala sekolah, pengawas, staf profesional dinas pendidikan, perwakilan orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.

4.      Pemantapan
Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. Apabila telah memenuhi kriteria dengan cukup baik dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

5.      Penilaian silabus
Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara berkala dengan mengunakaan model-model penilaian kurikulum.


Langkah-langkah Pengembangan Silabus Pembelajaran
1.      Mengisi identitas
Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas/semester, mata pelajaran, dan standar kompetensi.  Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.

2.      Menuliskan Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran.

Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: 
·            urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD; 
·           keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; 
·           keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
3.      Menuliskan Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.
Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·   urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar; 
·   keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran ; 
·   keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. 
      4.  Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
           Dalam mengidentifikasi materi pokok harus dipertimbangkan:
  •  relevansi materi pokok dengan SK dan KD;
  • tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta  didik; 
  • kebermanfaatan bagi peserta didik; 
  • struktur keilmuan; 
  •  kedalaman dan keluasan materi; 
  • relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan; 
  • alokasi waktu.
Selain itu juga harus diperhatikan:
  • kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya; 
  • tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa;
  • kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya;
  • layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat;
  • menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut.
5.  Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
   1. Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
   2. Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
   3. Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
   4. Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
   5. Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
 6.   Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
 7.   Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.
 8.  Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.
 9.   Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya.
10.      Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.

Selasa, 24 Juli 2012

Daftar Peserta dan Tempat UKG 2012 Kab. Malang

Kepada Bapak/Ibu Guru peserta UKG 2012 Kabupaten Malang yang  INGIN MEMPEROLEH DATA tentang UKG silahkan  :


atau  Yang mau download bisa langsung klik link di bawah.

1. Data Peserta UKG SMP
2. Data Peserta UKG SMA/SMK
3. Data  untuk TK / SD masih ada perubahan tempat, belum bisa di upload

Data di atas adalah data terakhir yang kami copy langsung dari admin UKG Online Kabupaten Malang.

INTINYA ; 
BAPAK IBU GURU PESERTA NANTI AKAN MENDAPAT NOMOR PESERTA DARI DINDIK YANG MENUNJUKAN TEMPAT BAPAK IBU MELAKSANAKAN UKG 2012. DAN PASTI BENAR. ( masih dalam proses pembuatan )
 

Rabu, 11 Juli 2012

Akhirnya, DPR dan Kemenag Sepakati BPIH 2012


Menteri Agama RI, Suryadharma Ali (kiri), mengikuti rapat kerja tentang pembahasan BPIH dengan Komisi VIII DPR-RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisi VIII DPR-RI dan Kementerian Agama menyepakati penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2012 yang naik rata-rata sekitar 84 dolar Amerika Serikat.
“BPIH musim haji tahun 2011 rata-rata sebesar 3.533 dolar AS dan BPIH musim haji tahun ini rata-rata menjadi 3.617 dolar AS,” kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, usai rapat kerja antara Komisi VIII DPR-RI dan Kementerian Agama di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7).
Menurut Suryadharma, kenaikan BPIH terutama karena adanya pada biaya penerbangan yang cukup tinggi yakni rata-rata sekitar 184 dolar AS.
Guna menekan kenaikan BPIH karena adanya kenaikan biaya penerbangan, Kementerian Agama akan melakukan pengalihan biaya pelayanan umum sebesar 100 dolar AS dari komponen biaya langsung menjadi komponen biaya tidak langsung.
“Dengan adanya pengalihan biaya pelayanan umum ini, maka usulan besaran BPIH yang diajukan Kementerian Agama kepada DPR merupakan usulan yang sangat rasional,” katanya.
Menag menambahkan, adanya kenaikan BPIH rata-rata sekitar 84 dolar AS pada musim haji tahun ini tidak bisa dimaknai pada kurs saat ini, karena calon jamaah haji sudah membayar BPIH dengan mata uang rupiah yang sesuai dengan kurs dolar pada saat membayar. Padahal, kata dia, calon jamaah haji yang sudah membayar BPIH itu masih menunggu sesuai dengan daftar tunggu.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR, Ida Fauziah, mengatakan besaran rata-rata BPIH yang disepakati Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama, lebih rendah sekitar enam dolar AS dibandingkan dengan usulan awal Kementerian Agama. “Penurunan BPIH dari usulan awal Kementerian Agama tersebut harus disambut gembira,” ujarnya.
Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR menetapkan besaran BPIH tahun ini dengan dengan kurs Rp 9.200 per dolar AS. Dengan demikian, biaya yang harus dibayar oleh calon jamaah haji rata-rata naik sekitar Rp 2 juta.
Berikut penetapan BPIH untuk masing-masing embarkasi:
  • Embarkasi Aceh: 3.328 dolar AS
  • Embarkasi Medan: 3.388 dolar AS
  • Embarkasi Padang: 3.404 dolar AS
  • Embarkasi Palembang: 3.456 dolar AS
  • Embarkasi Jakarta: 3.638 dolar AS
  • Embarkasi Solo: 3.617 dolar AS
  • Embarkasi Surabaya: 3.738 dolar AS
  • Embarkasi Banjarmasin: 3.808 dolar AS
  • Embarkasi Balikpapan: 3.819 dolar AS
  • Embarkasi Makassar: 3.882 dolar AS
  • Embarkasi Lombok: 3.857 dolar AS

Rabu, 30 Mei 2012

Macam Macam Persiapan Menghadapi UKK

Pada saat kamu melakukan ujian kenaikan kelas (UKK) sesungguhnya kamu sedang menunjukan kemampuan diri. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Kiat berikut akan membantu kamu dalam menghadapi Ujian Kenaikan Kelas (UKK). Hari harimu dalam belajar selama di sekolah akan ditentukan dalam waktu yang sangat singkat jadi belajarlah dengan sungguh-sungguh.
1. Berdoalah kepada Tuhan dan Mohon Doa Restu kepada Orang Tua
Setiap keberhasilan yang kita raih di dalamnya ada keikutsertaan Sang Pencipta. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan, kita hendaknya memanjatkan doa agar diberi kesehatan, kemudahan dalam menghadapi ujian. Selain itu, jadikan perjuangan menghadapi UKK sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua tercinta. Oleh karena itu, kita perlu mohon doa kepada kedua orang tua kita agar diberi kemudahan dan kelancaran.
2. Belajar Kelompok
Dengan Belajar kelompok, kamu dapat berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Manfaatkanlah waktumu dengan belajar secara berkelompok.
3. Perbanyak Latihan soal
Kamu perlu membiasakan diri menghadapi beragam soal. Dengan sering kamu berlatih, kamu tidak akan cemas, grogi, atau takut lagi dalam mengerjakan dan menghadapi  soal UKK
4. Biasakan bersikap jujur dan sportif
UKK merupakan ajang yang sangat prestisius. Tidak mengherankan jika ada yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam pelaksanaan UKK. Misalnya, membeli bocoran soal atau melakukan kecurangan saat UKK. hindari tindakan-tindakan seperti itu. Bersikaplah jujur dan sportif, niscaya Tuhan akan memberi kemudahan.
5. Hindari Belajar Sistem Kebut Semalam
Perlu diingat, belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari ujian tiba. Usahakan jangan menggunakan sistem belajar kebut semalam. Justru pada hari-hari mendekati ujian, badan dan pikiran harus rileks. Jangan lupa, makanlah makanan yang bergizi.
Salam Dari Orang Pintar dan Jujur Mudah2an Kalian Semua Naik Kelas dengan prestasi yang kalian inginkan dan memuaskan.

 

Tags

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino