SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Sabtu, 31 Juli 2010

Kunjungan Universitas Brawijaya Malang di SD Negeri Sukorejo 1 Gondanglegi dalam rangka KKN-Tematik 2010


Kelompok Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB) di Desa Sukorejo mengadakan kunjungan ke SD Negeri Sukorejo 01 tanggal 31 Juli 2010 di terima oleh kepala sekolah dan segenap dewan guru . Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) 2010. akan berada di desa Sukorejo selama satu bulan Adapun Mahasiswa yang berada di Sukorejo ini berasal dari berbagai kota di Jawa Timur antara lain Banyuwangi ,Tuban ,Ponorogo,Tangerang dan Malang dalam acara silarurahmi ini kepala SD Sukorejo mengharapkan mudah mudahan para mahasiswa dapat memerapkan ilmunya yang didapat di bangku kuliah.
Sementara itu di Kabupaten Malang, KKN-Tematik akan dipusatkan di dua kecamatan yakni Gondang Legi dan Sumbermanjing Wetan. Mengembil tema "Keaksaraan Dasar Berbasis Keterampilan Usaha", kegiatan ini diikuti 30 mahasiswa yang meliputi Fakultas Hukum (20) dan FMIPA (10)demikian yang dikatakan oleh ketua kelompok Riski Adek Saputra.
Menurut Kepala sekolah SDN Sukorejo 1 KKN dapat dijadikan sebagai ibadah dan media untuk bersilaturrahim kepada masyarakat. "Dengan menganggap KKN sebagai rekreasi/refreshing, maka tidak akan ada beban ketika berada di tengah-tengah masyarakat", katanya memberikan motivasi kepada mahasiswa tersebut .

Minggu, 25 Juli 2010

Guru Honorer Sekolah Diminta Lebih Rajin, Mereka Akan diangkat Menjadi PNS


Beberapa hari yang lalu saya sedang bekerja disekolah, dan saya dapat info terbaru bahwa tenaga honorer sekolah khususnya GTT diminta oleh kepala sekolah agar lebih rajin bekerja. Kabarnya pemerintah daerah telah mendapat delegasi dari pemerintah pusat agar mengangkat GTT Sekolah Negeri menjadi PNS sesegera mungkin.
Kabarnya sebelum menjadi PNS mereka akan mendapat semacam insentif dari pusat. Berita baik ini dikhususkan untuk GTT baik yang sudah masuk database BKN ataupun belum. Meskipun berita ini masih rumor dan belum jelas kebenarannya tapi ini merupakan kabar baik dan semoga berlanjut terus sampai realisasinya. Mudah mudahan kabar ini menjadi kenyataan , karena mereka menjadi tenaga honorer / GTT tujuannya agar diangkat menjadi PNS dan dapat hidup layak seperti pegawai negeri yang lain. Amiiiiiiiiin

Supervisi Kepala Sekolah Semakin Terabaikan


PENDIDIKAN merupakan sistem kerja yang saling terkait antara komponen yang satu de-ngan lainnya. Bila selama ini guru selalu menjadi sorotan seka-ligus ujung tombak pelaksanaan pendidikan di berbagai jenjang, sebenarnya masih ada komponen lain yang harus diberdayakan dalam aplikasi pendidikan di lapis bawah yaitu peran kepala sekolah. Kinerja guru dalam mengabdikan dirinya sebagai pengajar dan pendidik terkait erat dengan kondisi lingkungan sekaligus figur kepala sekolah yang menjadi atasannya.
Kepala sekolah selaku pemimpin secara langsung merupakan contoh nyata dalam aktivitas kerja bawahannya. Kepala sekolah yang rajin, cermat, peduli terhadap bawahan akan berbeda dengan gaya kepemimpinan yang acuh tak acuh, kurang komunikatif apalagi arogan dengan komunitas sekolahnya. Beban kepala sekolah tidak ringan, untuk dapat mengkoordinasi sistem kerja yang mampu memuaskan berbagai pihak tidak gampang. Meskipun demikian kepala sekolah yang baik tentunya harus memiliki skala prioritas kerja dengan tidak mengabaikan tugas pokok selaku kepala sekolah.
Peraturan menteri pendidikan nasional (Permendiknas) nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah menjelaskan bahwa kepala sekolah harus memiliki dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Selama ini dimensi kompetensi supervisi belum dilaksanakan secara optimal oleh para kepala sekolah berbagai jenjang. Kepala sekolah, mayoritas baru berkutat pada seputar pemenuhan kebutuhan sarana pembelajaran dan bagaimana sekolah dapat meraih nilai ujian nasional yang maksimal. Aktivitas guru belum mendapat perhatian dan sentuhan kasih sayang secara memadai. Yang ironis lagi ada kepala sekolah yang justru mencurigai aktivitas guru.
Jalinan komunikasi antara guru dan kepala sekolah memang harus dioptimalkan, kita sering keliru persepsi atau bahkan sa-ling mencurigai karena ketidak-tahuan masing-masing pihak. Oleh karena itu sangat bijaksana bila kepala sekolah sebagai panutan warga sekolah mau memberi contoh baik sekaligus mau membangun komunikasi dengan warga sekolah dengan penuh kekeluargaan. Selama ini kepala sekolah, mayoritas baru sekadar maido (mengeluhkan) anak buahnya, sementara mereka dengan sesuka hati dan berdalih menjalankan tugas dinas luar tanpa sepengetahuan bawahannya.
Optimalkan Supervisi
Kompetensi supervisi kepala sekolah berdasar Permendiknas nomor 13 tahun 2007 meliputi tugas merencanakan program supervisi akademik dalam rangka profesionalitas guru, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat serta menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesio-nalisme guru. Ketiga komponen kompetensi ini seharusnya dilakukan secara konsisten dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan secara luas.
Kepala sekolah yang baik bukan sekadar perencana yang baik, tetapi juga pelaksana dan pembimbing guru yang baik pula. Secara teoritis kepala sekolah telah banyak menyusun peren-canaan supervisi guru di kelas, namun dengan dalih kesibukan tugas pokok lainnya pelaksanaan supervisi belum banyak dilakukan. Alasan ini kadang ada benarnya, namun kadang juga tidak benar sama sekali. Yang jelas kepala sekolah memiliki beban tugas untuk supervisi para guru yang menjadi mitra kerjanya. Hikmah yang diperoleh, selain mengetahui kemajuan proses pembelajaran di kelas supervisi juga akan mempererat hubungan manusiawi antara guru dan kepala sekolah.
Keduabelah pihak saling me-ngetahui kebutuhan dalam proses belajar mengajar. Kepala sekolah yang sekadar muring-muring bila melihat ketidakberesan dalam kehidupan sekolah sudah dapat ditebak mereka jarang atau bahkan tidak pernah melaksanakan supervisi di kelas. Guru dan karyawan sekolah merupakan komponen pendidikan yang sangat perlu mendapat pembimbingan dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, bila kepala sekolah telah melaksanakan supervisi langkah berikutnya selalu memberi bimbingan secara bijaksana.
Sudah disadari bersama bahwa manusia itu pasti ada kelemahan. Demikian pula para guru juga memiliki kekurangan. Terkait dengan supervisi ini, bila kepala sekolah menemukan kekurangan guru, seharusnya mau memberi arahan dan bim-bingan. Kepala sekolah yang asal muni-muni (marah-marah) tanpa memahami kondisi guru, jelas belum paham tentang pendekatan supervisi yang tepat. Sikap dewasa dan jiwa ngemong anak buah hendaknya selalu melekat pada pribadi para kepala sekolah.
Supervisi di kelas oleh kepala sekolah merupakan jembatan komunikasi antara guru dan pimpinannya. Oleh karena itu, sudah seharusnya frekuensi pelaksanaan supervisi ini untuk selalu ditingkatkan atau bahkan dimaksimalkan. Melalui langkah ini penulis meyakini komunikasi antara guru dan kepala sekolah akan tambah harmonis. Keduabelah pihak saling memahami kebutuhan pendidikan dan tentunya akan menghasilkan pemahaman yang saling menguntungkan. Hal ini sangat penting dalam rangka peningkatan produktivitas kerja sehingga sekolah dapat mencapai hasil yang optimal pula.
Menyadari tugas kepala sekolah sebagai supervisor di kelas masih kurang, maka sebaiknya hal ini menjadi pembelajar kepala sekolah untuk meluangkan waktu dengan mengatur jadwal kerja secara sistematis dan konsekuen ditaatinya. Selama komitmen kepala sekolah tinggi sangat diyakini supervisi di kelas pasti dapat dilaksanakan dengan baik. Amin!

Kamis, 22 Juli 2010

Guru adalah panutan

Seorang guru adalah merupakan seorang sosok panutan bagi masyarakat, bukan saja bagi murid-muridnya, namun juga bagi rekan seprofesi, lingkungan maupun bagi bangsa ini. seorang guru adalah contoh dan suri tauladan yang baik yang merupakan penggambaran kehidupan sosial kemasyarakatan. Masyarakat akan dipandang beradab bisa dilihat dari sosok guru sebagai pendidik masyarakat.
Namun akhir-akhir ini banyak sekali kelakuan oknum guru yang dirasa menyimpang dari kodrat atau khitoh seorang guru. ada berita mengenai kekerasan guru terhadap muridnya entah kekerasan fisik maupun kekerasan secara psikis, pelecehan guru terhadap anak didiknya, bahkan kasus akhir tahun lalu tentang seorang guru smp yang notabene sebagai pengayom malah membunuh anak didiknya. bahkan ada kasus guru menjadi makelar siswi smanya didunia prostitusi di kota besar.
Ini merupakan kasus yang memprihatinkan bila kita cermati. mungkin saja banyak kasus terjadi terdapat faktor “X” dibalik kejadian tersebut, entah himpitan ekonomi ditengah kesulitan hidup, karena dendam yang terpendam karena kejiwaan labil seorang guru, atau motif yang lainnya. Ini merupakan cermin benggala bagi dunia pendidikan Indonesia saat ini.
Pemerintah harus menyikapi kasus seperti ini dengan sepenuh hati, demi kelangsungan pendidikan nasional. Memang sudah terdapat UU guru dan dosen yang mengatur tentang kedudukan dan fungsi guru, namun masih ditunggu peraturan teknis dibawahnya. hidup guru Indonesia

Selasa, 20 Juli 2010

Tunjangan Profesi Guru Tahun 2010 Belum Dibayarkan

TEMPO Interaktif, Jakarta -Hingga saat ini para guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah DKI Jakarta, salah satunya di Jakarta Barat, yang telah bersertifikasi belum menerima tunjangan profesi yang dijanjikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
Tunjangan profesi adalah adalah salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan guru yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan lainnya.

"Tunjangan profesi guru di Jakarta belum turun sejak Januari hingga Juli 2010," kata Ketua PB PGRI Sulistyo, saat dihubungi Tempo pada hari ini. Menurut Sulistyo, seharusnya tunjangan profesi untuk tahun 2010 sudah disalurkan kepada para guru yang proses sertifikasinya sudah selesai sampai dengan Oktober 2009.
Namun, hingga saat ini dana tersebut belum juga diterima. Bahkan, ada juga guru di beberapa daerah lain yang mengeluh karena besaran nilai tunjangan profesi yang diterima ternyata lebih kecil daripada gaji pokok mereka saat ini.

Menurut Sulistyo, selain tunjangan profesi, hingga saat ini pemerintah juga belum menyalurkan tunjangan tambahan penghasilan sebesar Rp 250 ribu per bulan bagi guru PNS di wilayah DKI Jakarta yang belum mendapat tunjangan profesi. Bahkan dana tersebut belum turun sejak Januari 2009. Selain itu, ada juga guru di daerah yang belum menerima gaji ke-13, salah satunya di wilayah Ambon, Maluku.

Berdasarkan informasi yang diterima Sulistyo, saat ini dana yang akan digunakan untuk tunjangan profesi sudah berada di Pemprov DKI Jakarta, namun belum tersalurkan. "Terkait tunjangan profesi, alasannya macam-macam. Sudah ada uangnya, tapi belum ada dasar hukumnya. Atau justru uangnya belum turun dari pusat, jadinya simpang siur," kata Sulistyo.
Menurutnya, itu adalah bukti bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah tidak pernah peduli dengan kesejahteraan guru, bahkan cenderung mengabaikan.

Selain itu, Sulistyo menilai bahwa Indonesia belum memiliki desain pembinaan guru yang baik. "Oleh karena itu PGRI mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi pembinaan guru secara mendasar," kata Sulistyo. Salah satunya dengan membentuk badan khusus, untuk pembinaan guru, yang bertanggung jawab secara langsung kepada presiden.

Minggu, 18 Juli 2010

Belajar Efektif Mengejar Prestasi

Belajar merupakan suatu kewajiban bagi semua orang. Banyak orang yang beranggapan bahwa belajar hanya untuk para pelajar saja. Banyak para orang tua merasa kurang perlu untuk belajar. Namun sebenarnya belajar itu sangat perlu dilakukan oleh semua orang di semua umur dan kalangan. Maka dari itu, lita sangat perlu untuk mengetahui bagaimana cara untuk belajar secara efektif. Berikut adalah cara untuk belajar secara efektif.
1. Carilah tempat yang nyaman untuk belajar.
Kita sangat perlu untuk mencari tempat yang senyaman mungkin dalam belajar. Carilah sebuah tempat yang dapat menumbuhkan rasa semangat untuk belajar, seperti di teras ataupun di kamar kita pribadi.
2. Pilihlah waktu yang tepat.
Selain mencari tempat yang tepat, kita juga perlu untuk menentukan waktu blajar yang tepat. Waktu yang tepat adalah waktu di mana kita dapat berkonsentrasi secara penuh. Setiap orang memang memiliki waktu belajar yang tepat. Ada seseorang yang dapat belajar dengan baik pada pagi hari, ada pula orang yang dapat belajar pada malam atau sore hari. Hal ini tergantung pada waktu di mana anda merasa fit dan dapat berkonsentrasi secara baik.
3. Suasana yang mendukung.
Carilah suasana untuk belajar yang menurut anda tepat dan nyaman untuk belajar. Biasa nya orang-orang dapat belajar dengan baik dalam keadaan yang tenang. Memang kondisi yang tenang dapat membantu kita dalam berkonsentrasi. Namun ada beberapa orang yang akan merasa ngantuk ketika belajar dalam suasana yang tenang, maka kita dapat belajar dengan mendengarkan lagu yang kamu sukai untuk mengusir ngantuk.
4. Sedikit demi sedikit.
Dan ini adalah salah satu hal yang paling penting, yaitu kita jangan belajar dalam 1 kali belajar. Apalagi bila bahan untuk belajar sangat banyak. Hendaknya kita belajar sedikit demi sedikt setiap hari. Hal ini akan mencegah otak kita mengalami overload karena terlalu banyak bahan belajar yang masuk dalam 1 waktu. Sebab bila overload tersebut terjadi, maka kemungkinan besar kita akan lupa pada esok hari atau beberapa hari kemudian.

Selasa, 13 Juli 2010

Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran Baru 2010 - 2011

Hari ini, tanggal 12 Juli 2010 adalah hari pertama proses belajar mengajar di hampir seluruh sekolah di Indonesia, terutama sekolah negeri. Begitu juga di SD Negeri Sukorejo 1, Gondanglegi Kab. Malang, seluruh siswa, dari kelas satu sampai dengan kelas enam, pagi ini, jam 07.30 berbaris di lapangan halaman sekolah. Mereka semua dikumpulkan untuk mendengarkan penjelasan dari pihak guru mengenai beberapa hal, diantaranya berupa pengumuman siapa wali kelas masing-masing, jam masuk sekolah dan pembagian kelas..
Beberapa orang tua murid yang mengantarkan anak-anaknya sempat mengeluhkan mahalnya harga buku paket Namun ada solusi apabila tidak bisa beli buku cetah bisa Foto kopi saja. Bila dibandingkan dengan harga beli di toko buku, harga buku paket yang dijual melalui sekolah bisa lebih mahal separuhnya. Namun mereka merasa pasrah saja, karena bila hal ini dipertanyakan maka pihak sekolah menyatakan bahwa harga ditentukan oleh komite sekolah yang nota bene adalah perwakilan orang tua siswa sendiri.
Kebingungan nampak pada beberapa orang tua siswa dari murid kelas satu. Mereka mengantarkan anak-anaknya sampai didalam kelas, karena anaknya belum bisa ditinggal oleh orang tuanya masing-masing, Ada anak yang ketakutan dan kemudian menangis saat orang tua dipersilahkan keluar oleh guru kelas. Ada juga anak yang minta ikut keluar kelas bersama ayah atau ibunya.
Namun sebagian besar siswa kelas satu ini sudah berani dan memiliki percaya diri yang tinggi. Mereka tampaknya memang sudah terbiasa karena sudah mendapatkan pengalaman sekolah selama dua tahun di tingkat taman kanak-kanak.
Seoran guru di SD Sukorejo 1 ini mengatakan bahwa dalam satu minggu pertama, proses belajar mengajar belum normal, masih dalam tahap penyesuaian, terutama buat kelas selain kelas satu, ada ruang kelas yang rusak berat , yaitu apabila hujan turun kelas VI selalu banjir dengan air hujan, dan diharapkan akan bisa mulai normal kembali pada hari Senin depan, tanggal 19 Juli 2010. Sedangkan buat murid kelas satu, mereka masih butuh proses adaptasi dan sosialisasi dulu selama satu minggu kedepan.

Minggu, 11 Juli 2010

Menjelang Masuk Sekolah Toko Seragam Diserbu

Pembeli Seragam Sekolah di Pasar Kepanjen , Gondanglegi dan Pasar Besar Malang sekitarnya mulai berdesak desakan menjelang H-1 Masuk Sekolah
Menjelang hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2010 / 2011, toko-toko penjual peralatan sekolah dibanjiri pengunjung.
Berdasarkan pengamatan , pengunjung di sejumlah toko seragam sekolah di Pasar Kepanjen ,Gondanglegi dan Pasar Besar Malang , yang didominasi ibu-ibu beserta anaknya berdesakan mengantre untuk dilayani, Minggu (11/7/2010). "Yang nunggu, anak-anaknya, coba nunggu di luar / tangga, biar ibu-ibunya saja yang beli," ujar petugas toko seragam di pasar Besar Malang, salah satu toko seragam terkenal di Pasar Besar Malang.
Meskipun terasa panas dan gerah, para ibu yang tampak berkeringat tersebut tidak patah semangat memilih seragam yang cocok untuk anaknya. "Ini Dek, cobain dulu ini yang (ukuran) M, muat apa enggak," kata seorang ibu kepada putranya.
Tampak pula beberapa anak mencoba seragam yang hendak dibeli, seperti kemeja putih, rok seragam, topi, dan dasi. "Yang paling banyak laku, semuanya rata, laku semua," ujar Susiloa, petugas toko Putra Jaya di Pasar Besar Malang.
Menurut Susilo, pengelola toko Putra Jaya, pembeli seragam mulai ramai sejak tiga hari lalu. "Ini kan mau masuk sekolah, jadi ramai," katanya.
Fenomena ramainya pembeli seragam tidak hanya tampak di toko Putra Jaya. Beberapa toko lainnya, pusat perbelanjaan Ramayana / Mitra dan toko-toko eceran tampak meraup keuntungan lebih dibanding hari-hari biasa.
 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino