SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Sabtu, 23 April 2011

Mengatasi Anak Malas Belajar

Anak Malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua. Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr) ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah.

Malas

Malas dijabarkan sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar.

Jika anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka bermain, itu berarti belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak menarik buat mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari juga dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya/untungnya karena bagi ana-anak tidak secara langsung dapat menikmati hasil belajar. Berbeda dengan kegiatan bermain, jelas-jelas kegiatan bermain menarik buat anak-anak, dan keuntungannya dapat mereka rasakan secara langsung (perasaan senang yang dialami ketika bermain adalah suatu keuntungan).

Sebab

1. Faktor intinsik (dalam diri anak sendiri)
a. Kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain
b. Kelelahan dalam beraktivitas (misal terlalu banyak bermain/membantu orang tua)
c. Sedang sakit
d. Sedang sedih (bertengkar dengan teman sekolah, kehilangan barang kesayangan dll)
e. IQ/EQ anak

2. Faktor ekstrinsik
a. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya (terlalu berlebihan memperhatikan)
Banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Memaksakan anak untuk les ini itu. dsb.
b. sedang punya masalah di rumah (misalnya suasana di rumah sedang "kacau" karena ada adik baru).

c. Bermasalah di sekolah (tidak suka/phobia sekolah, sehingga apapun yang berhubungan dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).
Termasuk dalam hal ini adalah guru dan teman sekolah.

d. Tidak mempunyai sarana yang menunjang blajar (misal tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus.alat tulis, buku dll)

e. suasana rumah
misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games)

Jumat, 15 April 2011

SKL UN SD Th 2011

Peraturan Menteri No 2 tahun 2011 tentang UJian Nasional dan Ujian Sekolah tingkat SD/MI/ sederajat telah terbit. Permen ini memuat beberapa hal al :

(1) SKLUN Tahun Pelajaran 2010/2011 merupakan irisan dari pokok bahasan/subpokok bahasan
Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan
Standar Isi.
(2) Kisi-kisi soal UN disusun dan ditetapkan oleh BSNP berdasarkan SKLUN Tahun Pelajaran 2010/2011 sebagaimana tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini.
(3) Penyiapan soal UN menggunakan kisi-kisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
(4) Setiap paket soal UN terdiri atas 25% (dua puluh lima persen) soal yang ditetapkan BSNP dan
75% (tujuh puluh lima persen) soal yang ditetapkan oleh penyelenggara UN tingkat provinsi
. berdasarkan kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang ditetapkan BSNP
(5) Soal UN yang ditetapkan BSNP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dipilih dan dirakit dari
bank soal sesuai dengan kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2010/201

untuh lebih lengkapnya dapat dibaca disini

Rabu, 13 April 2011

Ulat Bulu Menyerang Kota di Jatim

Ulat bulu menyerang pohon
Menurut sejumlah warga ulat bulu yang menyerang pohon di beberapa wilayah sebenarnya merupakan peristiwa tahunan sejak tahun 2007. "Biasanya memang kalau panas-hujan seperti ini ulatnya banyak keluar,"

Namun, serangan ulat bulu kali ini dampaknya cukup parah dirasakan beberapa warga "Karena anginnya belakangan ini kencang, bulunya jadi beterbangan,"

Bulu dari ulat ini, menyebabkan gatal-gatal dan ruam pada kulit, dan banyak dialami oleh anak-anak. "Anak-anak jadi sering menangis karena gatal,"

Beberapa warga lain, mengatakan serangan ulat bulu tahun ini sudah mulai terasa sejak empat bulan lalu, namun semakin parah sebulan terakhir. Ulat yang menyerang cirinya berwarna kuning kehitaman atau kecokelatan, panjangnya 1-2 senti meter, dan berbulu. "Orang Jawa bilangnya ulat dompo,"

Untuk memberantas ulat bulu ini, beberapa warga telah melakukan penyemprotan insektisida. Meski begitu, warga meminta agar pohon-pohon ditebang. "Selain karena ulat, juga karena pohonnya sudah terlalu tinggi, takut tumbang,"

Berdasarkan pantauan di lokasi yang berdekatan dengan lokasi ulat bulu sudah tidak banyak ditemukan.lagi

Sabtu, 09 April 2011

“Menghadapi UN (Ujian Nasional” )2011

1. SEBELUM UJIAN
Mengingat ujian tinggal beberapa bulan lagi usahakan ketika belajar di kelas belajar kelompok atau belajar di tempat les anda harus benar benar fokus, boleh kadang bercanda hanya sekedar untuk melepas penat dan biarlah otak kita beristirahat sejenak.
Keduanya rajin-rajinlah latihan mengerjakan soal atau ikut tryout, hal ini bisa melatih mental kita dan kita bisa tahu siapa siapa saja saingan kita, hal ini berguna banget buat menyiapkan diri waktu ujian baerlangsung, tapi jangan menyontek. kalau menyontek waktu try out atau melihat ujian sama saja bohong buat apa ikut tryout cape cape bayarnya juga mahal pula tapi yang kalian cari hanya peringkat tinggi di tryout tadi hanya sekedar untuk gengsi, kerjakan sendiri saja apapun hasilnya ini untuk mengukur kemampuan kita sendiri.
Jangan lupa refreshing buat penyegaran otak biar tidak stres tapi jangan keterusan, usahakan refreshing ke tempat rekreasi alam bisa bersama teman atau keluarga jangan malah cuma ngenet atau maen game di rumah…
Jangan lupa olahraga biar tidak gampang sakit, rajin beribadah penting banget itu untuk mententramkan hati kita, sering sering konsultasi ke guru atau orang tua tentang pelajaran atau tentang informasi di perkuliahan.
2. WAKTU UJIAN
Malam sebelum ujian sebaiknya jangan belajar yang terlalu berat. gunakan waktu ini hanya untuk mengingat kembali materi yang telah kita kuasai dan jangan mencoba belajar materi yang sama sekali tidak kita kuasai.
Yakinllah bahwa bekal yang kalian siapkan untuk ujian sudah cukup dan selalu berdoa.
Bangunlah lebih awal pada hari H sekedar hanya untuk sholat agar di beri kekuatan yang besar untuk menghadapi soal soal hari ini sesulit apapun itu bagi yang muslim.
Jangan lupa sarapan sebelum berangkat dan minta doa restu dari orangtua di jamin bakal tenang dan jangan sampai telat.
Pastikan semua perlenkapan ujian telah siap jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau ada hal yang terlupa bisa di pastikan hal ini akan membuat anda panik dan jadi down sebelum ujian.
Waktu terima soal ujian cobalah untuk tersenyum seburuk apapun soalnya nanti dan sejelek apaun penjaga di ruang ujiannya, kalau bisa ketawa ketawa saja di buat rileks.
jangan lupa berdo’a sebelum mengerjakan, nikmatilah detik detik ketika anda mengerjakan soal demi soal, jangan di buat stres dengan soal soal yang sulit di buat senyum saja ketika ada soal sulit, di hitung pelan pelan kalau tidak bisa tinggalin saja ganti soal yang lain, tapi ingat waktu, setelah selsai jangan lupa mengecek kelengakapan identitas di lembar jawaban, ini penting banget hukumnya fardhu’ain jgn lupa berdo’a setelah selesai.
3. SETELAH UJIAN
Jangan pernah membahas soal yang telah anda kerjakan karena hal ini tidak akan merubah apapun justru anda akan kecewa ketika nantinya anda tahu ada jawaban anda yang salah (so keep convident but don’t over convident).
Ingat yang mengoreksi lembar jawaban kita sebenarnya bukanlah scanner atau petugas koreksi atau yang lainnya, yang mengoreksi jawaban kita sebenernya adalah Tuhan kita, Allah SWT. Dia menilai apakah kita pantas mendapatkan hasil yang maksimal atau tidak Allah akan menilai usaha kita dalam menempuh ujian ini.
Hal yang terpenting adalah usaha kita soal hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang…
Dia lah yang tahu yang terbaik untuk kita…
Terima kasih telah membaca artikel tentang “ Menghadapi UN (Ujian Nasional) 2011″ di atas semoga bermanfaat untuk anda dan selamat mencoba semoga berhasil.

Jumat, 08 April 2011

Pengaruh TV Kabel pada Anak Sekolah

Diera modern ini hampir semua orang memiliki televisi. Hampir di setiap rumah televisi hadir sebagai tontonan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Televisi sebagai media audio visual sangatlah menjadi alternatif pilihan hiburan bagi masyarakat. Televisi bukan lagi barang mewah seperti zaman dulu, semua orang bisa untuk membelinya dengan berbagai merek yang ada.

Sepertinya televisi sudah sangat mengakar di dalam masyarakat kita. Setiap tontonan yang ada dilayar kaca kadangkala menjadi tuntunan bagi sebagai kalangan. Ironisnya menjadi trend bagi generasi muda sekarang dan akhirnya menjadi gaya hidup. Mulai dari tutur kata, cara berpakaian, bahkan ke hal-hal yang melampuai batas. Ini tidak bisa dipungkiri, hasil dari era globalisasi tentu memberikan dampak yang sangat besar bagi peradaban manusia. Baik dari segi positif maupun dari segi negatif.

Sekarang ini di Indonesia memiliki lebih dari 10 stasiun televisi baik yang dikelola oleh swasta maupun pemerintah. Jika menggunakan antena televisi, maka semua akan bisa diakses. Tidak hanya puas di situ saja, terobosan-terobosan dan bisnis baru bermunculan sebagai pelengkap stasiun televisi, tidak hanya di dalam negeri, stasiun luarpun menjadi primadona. Jika berlangganan dengan indovision hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati. Namun sekarang dengan iuran bulan yang murah semua orang bisa menikmatinya. Kok Bisa ? Inilah zamannya tv kabel.
Bisnis Televisi kabel sudah merambat kota dan desa. Hanya dengan uang muka dan bulanan yang cukup terjangkau semua orang bisa berlangganan tv kabel. Disetiap komplek perumahan terlihat kabel-kabel tv saling bersambung, begitu juga perumahan di kampung-kampung, semuanya dan bahkan hampir semua orang menggunakan tv kabel.

Yang menarik lagi ada canel-canel tertentu yang sangat menggiurkan khususnya untuk orang dewasa.
Coba bayangkan bagaimana kalau tontonan seperti itu terlihat dan bahkan dikonsumsi anak-anak generasi muda kita. Apa jadinya generasi muda ? tidak hanya itu trend-trend baru bermunculan dan merupakan kiblat pula bagi sekelompok orang. Tentu berbahaya sekali.
Melihat pada kenyataan yang ada perlu adanya suatu strategi khusus untuk menyikapi permasalahan diatas. Dengan merujuk pada ahli di harapkan mampu untuk memberikan masukan dalam rangka menyikapi dampak dari keberadaan tv kabel. Didalam buku Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc. yang berjudul Menyemai Benih Teknologi Pendidikan , dalam kajiannya yang dilakukan secara komprehensif atas sejumlah penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Public Health yang berkaitan dengan pertelevisian menyimpulkan bahwa :
1) Isi program televisi anak banyak mengandung kekerasan yang dibuat secara tidak sewajarnya. 2) Anak-anak cenderung untuk bertingkah laku agresif setelah menyaksikan adegan yang menunjukan kekerasan.3)Anak-anak pada kelas 3 yang tidak popular, semakin bertambah usianya semakin banyak menggunakan waktunya untuk menonton televisi.4) Makin banyak waktu yang digunakan untuk menonton televisi, makin rendah tingkat intelegensinya dan keberhasilan belajarnya.

Pada zaman dulu sebelum adanya wabah tv kabel kebanyakan masyarakat menggunakan siaran local yang tidak terlalu menjadi persoalan. Dibanding sekarang ini sungguh memprihatinkan dengan adanya tv kebel, semua siaran dapat di tangkap. Masyarakat kebablasan untuk menonton televisi.
Berbagai solusi dalam menyikapi keberadaan tv kabel dan dampak yang ditimbulkan oleh siaran-siaran tv dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Adanya pengawasan orang tua/guru. Orang tua/guru mempunyai tugas yang sangat berat khususnya dalam mengarahkan anak-anak yang sangat tertarik pada tontonan tv. Orang tua harus mendampingi anak-anak saat meyaksikan acara televisi. Pembatasan dan jadwal menonton tv harus diberlakukan pada anak-anak, sehingga mereka tidak kecanduan yang mengakibatkan mereka kurang minat dan konsentrasi pada saat belajar di rumah.
2) Adanya Komitmen pemerintah, pengusaha tv dan masyarakat.Pemerintah sebagai pembuat regulasi, pengusaha tv baik stasiun tv maupun tv kabel sebagai hak siar serta masyarakat sebagai pengguna, seyogyanya harus mempunyai komitmen bersama dalam memberikan tontonan yang sehat dan wajar bagi masyarakat khususnya. Ada beberapa acara station tv yang lebih mengejar keuntungan belaka dan banyak merugikan konsumen diantaranya Acara quiz via SMS dengan iming-iming hadiah yang menarik : a). Menghidupkan nada sambung serta fasilitas lainnya dengan berbagai trik menarik mulai dari kencan, do’a-do’a, ramalan dan sebagainya, b) Siaran yang mengetengahkan aib seseorang, baik yang disengaja maupun yan tidak yang akhirnya menimbulkan fitnah, c) Tayangan kekerasan, pencabulan, Narkoba dan sebagainya.Siaran-siaran seperti diatas seharusnya dihilangkan dan diganti dengan siaran yang bermutu dan tidak merugikan orang lain terutama masyarakat. Semuanya dapat diatasi dengan komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. Untuk pengusaha tv kabel khususnya pemerintah harus selektif dalam memberikan izin. Siaran-siaran yang dipublikasikanpun harus sesuai dan layak tonton. Perlu adanya perda khusus. Sehingga masyarakat tidak dirugikan karena dampak penyiaran tv tersebut. d) Mendukung televisi yang bermuatan pendidikan.

Tidak semua siaran berakibat negatif bagi masyarakat, masih banyak yang mempunyai nilai positif. Adanya siaran yang mengacu pada pendidikan harus mendapat acungan jempol dan dukungan dari semua kalangan. Misalnya adanya tv-edukasi, Siaran-siaran keagamaan, berita, interaktif, talkshow, hiburan yang mempunyai seni, olah raga, dan sebagainya. Sebagai televisi yang lebih mementingkan edukasi menurut Prof. Dr. Yusufhadi Miarso ( 2004 : 418) menyebutkan ada pedoman yang harus dilaksanakan yaitu : a) Program siaran harus diusahakan sesuai dengan kebutuhan para khalayak yang dituju, b) Isi siaran harus diusahakan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang diterima oleh masyarakat Indonesia, c) Program siaran diusahakan untuk berkaitan dengan kegiatan yang ada di masyarakat, paling tidak harus serasi dengan pola tindak yang ada di masyarakat, d) Tiap mata acara diusahakan untuk dikembangkan dalam bentuk paket yang berkesinambungan, e) Tiap program harus dibuat dengan arah dan tujuan yang tertentu.

Diharapkan dengan adanya pedoman ini menjadi perhatian bagi pengusaha tv dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa.

Jumat, 01 April 2011

10 Ciri Guru Profesional

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino