SDN Sukorejo 01 Gondanglegi, bertekad ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan negara Indonesia!

Jumat, 31 Desember 2010

Selamat tinggal Th 2010 Selamat Datang Th 2011

Waktu berlalu meninggalkan kenangan
Bagai angin berhembus menerpa rerumputan
Masa lalu hanyalah sebuah kenangan
Pahit manis semua sudah kita rasakan
Canda, tawa, tangis, sedu sedan kita renungkan
Beruntung kita masih diberi kesempatan
Untuk menikmati tahun depan
2010 telah berlalu
2011 kini menjadi lembaran baru
Segala harap dan keinginan menjadi satu
Seperti air di samudra biru
Tapi Harapanku hanyalah 1
Hilangkan bencana di negeri aku
Selamat tinggal masa lalu
Selamat tinggal kenangan pilu
Selamat datang hari baru
Lembar kosong ditanganku
Akan kuukir lembar ini dengan tinta merah
Bukan berarti darah, Namun semangat
Semangat dalam jiwa
Menyambut tahun baru
Selamat tahun baru 2011


Jumat, 24 Desember 2010

Doa Bersama Untuk Timnas Indonesia


SDN Sukorejo1. Berbagai cara ditempuh oleh tim nasional sepak bola Indonesia agar menuai hasil maksimal pada partai final Piala AFF 2010 pada 26 dan 29 Desember mendatang. Selain mempersiapkan diri secara teknis dengan berlatih, mereka juga berdoa dengan melakukan istighosah bersama pengurus PSSI


Tadi pagi 24 Desember 2010 keluarga besar SDN Sukorejo 1 Gondanglegi juga memanjatkan doa bersama dihalaman SD dalam rangka keberangkatan timnas dalam acara laga partai Final Piala AFF leg I di Stadion Bukit Jalil Malaysia yang akan dilaksanakan tanggal 26 Desember 2010 mudah mudahan Timnas Indonesia bisa meraih kemenangan dan dapat memboyong Piala AFF Ke Indonesia dan dapat menghajar Timnas Malaysia dengan skor 4-1.

Acara ini diselenggarakan dalam serangkaian hari terakhir masuk sekolah menyongsong liburan semester I yang dimulai hari Sabtu 25 Desember 2010 s/d 2 januari 2011. Dalam panjat doa ini dipimpin langsung oleh Ust Abdul Rofik selaku Guru Agama SDN Sukorejo I dan seluruh murid memanjatkan doa dengan khusuk dan hikmad dengan harapan Timnas Garuda dapat meraih kemenangan sesuai keinginan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya.
Suasana yang ditunjukkan murid SDN Sukorejo 1 saat melakukan panjat doa , terasa berbeda dengan kebiasaannya. Kekhusyukan yang ditampakkan di acara doa ini langsung berubah dengan keriuhan.yang diteruskan dengan menyanyikan lagu lagu yang biasanya didengarkan dalam acara laga sepak bola yang selama ini populer ( Garuda didadaku ,Garuda kebanggaanku dan seterusnya )

Mudah mudahan Timnas yang akan berangkat ke negeri Jiran Malaysia dapat memetik hasil sesuai dengan harapan seluruh lapisan masyarakat Indonesia umumnya “ SELAMAT BERTANDING & BERJUANG UNTUK KEJAYAAN INDONESIA DALAM BIDANG SEPAK BOLA“

Kamis, 23 Desember 2010

Libur Semester Ganjil 2010/2011

Semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011 akan segera berakhir, Jajaran pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang sedang melaksanakan Ujian Akhir Semester ganjil 2010/2011,mulai tanggal 20 Desember 2010 sampai tanggal 23 Desember 2010.

Penerimaan raport dilaksanakan pada januari 2011 untuk tanggal sesuai dengan ketentuan sekolah masing masing ,namun diharapkan pada minggu pertama Januari 2011. Sedangkan Libur semester dimulai hari Sabtu tanggal, 25 Desember 2010 sampai dengan 2 Januari 2011, Kegiatan Belajar Mengajar Semeter Genap 2010/2011 akan dimulai pada hari Senin tanggal, 3 Januari 2011
Keluarga besar SDN Sukorejo 1 Gondanglegi Malang mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2011 .Mudah mudahan ditahun mendatang lebih berprestasi di segala bidang

Selasa, 21 Desember 2010

Beberapa Tips Menjelang Liburan Akhir Tahun 2010

Akhir tahun 2010 akan segera datang dan liburan di akhir tahun akan segera datang untuk itu banyak para keluarga yang mulai menyusun rencana liburan bersama keluarga dan buah hati baik itu ke pantai, kebun binatang ,pemandian dan sebagainya. Akan tetapi kita juga harus menyusun setiap rencana perjalanan kita dengan baik, berikut ini ada beberapa kiat untuk libur akhir tahun

1. JADWAL TEPAT
Penelitian memperlihatkan, para eksekutif mempertimbangkan waktu liburannya ketika masa liburan sekolah anak tiba. Hal ini bukan saja karena bulan-bulan tadi merupakan waktu yang baik untuk berlibur, tetapi sebagian besar bisnis cenderung lebih lesu dibandingkan bulan-bulan lainnya.

2. SUSUN RENCANA
Ketika Anda tengah menyusun rencana liburan, jangan lupa untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan kantor anda jatuh di tanggal yang sama atau tidak. Jika acaranya memang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya, mungkin sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk menunda liburan.

3. REKAN KERJA
Carilah rekan sekerja yang bisa dan mau menggantikan Anda. Mintalah pada rekan sekerja yang bisa dipercaya untuk membantu menyelesaikan tugas Anda selagi berlibur. Atasan Anda mungkin bisa membantu dalam menentukan hal ini. Selain itu, berikan kepada pelanggan dan rekan sekerja Anda, nama dan nomor telepon pengganti selama Anda liburan. Cantumkan dan sebutkan juga pada out of office email dan mailbox telepon Anda agar orang yang menghubungi menjadi tahu, kepada siapa mereka harus berhubungan selama Anda tak ada di kantor.

4. KENDARAAN
Carilah kendaraan yang dapat di sewakan jika Anda tidak memilik mobil pribadi karena biaya yang di sangatlah nyaman, aman dan enak ketimbang kita menggunakan jasa transportasi umum, menyewa kendaraan itu lebih mahal sedikit tapi kita memperoleh kenyamanan yang lebih baik ketimbang menggunakan transportasi umum. Selain itu banyak para pengusaha sewa mobil yang memberikan harga murah bagi para klien langganan.
Demikian beberapa tips yang diharapkan berguna dan bermanfaat untuk kita semua Aminnnnn ....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sabtu, 18 Desember 2010

Santunan Anak Yatim & Peringatan Tahun Baru Hijrah 1432 SDN Sukorejo 1


Dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah 1432, keluarga besar SDN Sukorejo1 tanggal 18 Desember 2010 mengadakan Santunan Anak Yatim. Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dan semua dewan guru yaitu dengan cara penggalangan dana yang diperuntukkan untuk siswa yatim terutama siswa SDN Sukorejo 1 Adapun siswa Yatim SDN Sukorejo 1 berjumlah 4 anak.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah serta berbagi dengan sesama, dalam hal ini adalah anak anak yatim. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jami desa Sukorejo karena SD Sukorejo bersebelahan dengan masjid tersebut .
Dalam acara ini Ust. Abdul Rofik memberikan ceramah yang
salah satu inti ceramahnya agar supaya kita selalu bersikap peduli terhadap sesama, terutama kepada fakir miskin, dhuafa dan anak yatim dan agar supaya kita juga tidak termasuk golongan orang yang celaka dan mendustakan agama seperti Firman ALLAH SWT dalam Surat Al-Maun.
Setelah acara santunan selesai kemudian dilanjutkan dengan acara selamatan nasi kuning yang sudah dipersiapkan oleh seluruh siswa yang telah membawanya dari rumah masing masing dan makan makan dalam kelas
Daftar nama nama anak yatim yang mendapat santunan
Andianto Kurniawan Klas 6
Sandi Rahmawan Klas 4
Miatul Saidah Klas 4
Muhammad Yusuf Klas 1

Wahai Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi, dan masukkan aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh.
- Al-Qur'an, Surah An-Naml ayat 19 -

Jumat, 17 Desember 2010

Ujian Semester I Thn. Pelajaran 2010/2011


                           Sesuai dengan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2010/2011 maka pelaksanaan Ujian Semester I (Ganjil) pada SDN Sukorejo1 Gondanglegi Malang  khususnya dan Kab Malang pada umumnya akan dilaksanakan mulai tanggal 20 Desember 2010 s.d. 23 Desember 2010.
Adapun Jadwal Ujian dapat dilihat di kelas masing masing dan di tempelkan pada papan pengumuman sekolah /majalah dinding sekolah
                           Jadwal UAS Semester I Th 2010-2011

             Senin          1. Pend Agama
                                2. Pend Kewarganegaraan  / PKn
              Selasa       1.  Bhs Ind
                                2. Bhs Daerah
              Rabu         1. IPA
                                2. IPS
              Kamis       1. Matematika
                                2. Bhs Inggris

Rabu, 15 Desember 2010

Sosialisasi Penyakit Kanker di SD Negeri Sukorejo 1

             4ntoni.Sutris.Penyebab utama terjadinya kanker adalah, dari makanan yang dikomsumsi setiap hari, yang mengandung bahan berbahaya seperti penyedap rasa, zat pengawet makanan, zat pewarna serta zat lain lainnya. Hal ini terungkap dalam acara penyuluhan kanker yang di yang diselenggarkan di SDN Sukorejo 1 tanggal 15 Desember 2010 yang bekerja sama dengan Lembaga Pengayom Masyarakat Peduli Kanker yang berkantor pusat di Jln. Kampung Baru No 51 Pondok Pinang Jakarta Selatan. dengan Sekretariat Wilayah II di Perum Oma Indah Kapuk D 8/3 Pandaan  Telp. 0343-6655993          E-mail Lpmpk@yahoo.
 Penyakit kanker yang hingga kini masih menjadi peyebab utama angka kematian, banyak disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, faktor keturunan atau genetik, faktor lingkungan, radiasi sinar x, melemahnya sistem kekebalan tubuh, serta faktor makanan.
            Dalam rangka merealisasikan kepedulian terhadap masyalah penyakit kanker /tumor tersebut dan data dari beberapa rumah sakit yang menunjukkan peningkatan jumlah penderita setiap tahunnya , ditambah dengan rata –rata pasien kanker yang datang berobat sudah stadium lanjut serta dengan berpedoman pada Suret Rekomendasi dari Dirjend Kesbang dan Politik Depdagri No: 440.02/2303.DI tanggal 2 Desember 2009 dan Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang No: 420/2510/421.101/2010 tanggal 24 Mei 2010.
Berpedoman dengan hal tersebut diatas SDN Sukorejo 1 Gondanglegi bekerja sama dengan Konsultan Lembaga Pengayom Masyarakat Peduli Kanker ( LPMPK ) mengadakan sosialisasi / penyuluhan khususnya penyakit kanker dan cara penanggulangannya
Adapun sosialisasi / penyuluhan dimaksud ditujukan untuk Dewan Guru yang ada di SDN Sukorejo 1 khususnya dan umumnya pada lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang , dengan harapan agar saling disampaikan pada masyarakat sekitar dan unruk menambah wawasan guna mengantisipasi penyakit kanker tersebut.
Tema peyuluhan  :
1.      Mengenali dan mendeteksi gejala awal Sel Kanker / Tumor.
2.      Cara Menanggulangi dan menghindari kanker / Tumor 
           Acara penyuluhan Kanker ini dilaksanakan dalam rangka serangkaian Hari Guru Nasional dan HUT  PGRI ke 65 tahun 2010.

Minggu, 12 Desember 2010

Hari Aksara Internasional ( HAI ) Jawa Timur Ke 45 di Kanjuruhan Malang

Dalam rangka Peringatan Hari Aksara Internasional ( HAI ) Ke 45 dan Hari Guru Nasional serta HUT PGRI ke 65 tahun 2010 Provinsi Jawa Timur menggelar penyelenggaraan Pameran Pendidikan Luar Sekolah dipusatkan di Stadion Luar Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, pada tanggal 11 s.d 12 Desember 2010 yang diikuti seluruh Jajaran Dinas Pendidikan seluruh Kabupaten dan Kota  se Jawa Timur .
Dihadiri duta Pendidikan Non Formal / PLS dari 38 Kabupaten Se-Jawa Timur, Kab.Malang menjadi ajang promosi berbagai bentuk proses kegiatan dan hasil produksi kegiatan pendidikan non formal, di antaranya sejumlah Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan unsur mitra lainnya.
Pameran secara resmi dibuka oleh Bupati Malang H Rendra Kresna dan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur Dr.H Sukarwo ( Pakde Karwo @ Bude Karwo ) ,Pengurus PGRI Jawa Timur serta diikuti oleh Ketua ,Pengurus  perwakilan anggota PGRI Seluruh Kab / Kota se Jawa Timur dan dalam sambutannya menyampaikan agar kegiatan berkaitan dengan upaya pengentasan sebagian dari buta aksara benar-benar diperhatikan karena hal ini terkait dengan upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf kesejahteraan hidup masyarakat.
Khusus kontingen dari Kabupaten Malang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menampilkan hasil produksi asli masyarakat di Kabupaten Malang, berupa beberapa jenis Produk Unggulan ,Pendidikan Luar Sekolah menampilkan hasil karya dari Sekolah Kejuruhan dan hasil warga belajar dari seluruh Kabupaten / Kota se jawa Timur, dan beberapa display kegiatan pendidikan non formal,juga aktif mempromosikan produk unggulan daerah .Pameran tersebut  berjalan dengan lancar aman dan tidak ada kendala yang berarti..Ajang promosi pameran ini diikuti tidak kurang dari 40 stand pameran.

Sabtu, 11 Desember 2010

Profesionalisme Guru Diprioritaskan

Jakarta, Kompas - Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, dengan adanya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang baru dibentuk di bawah Kemendiknas, pengembangan profesi berkelanjutan guru akan dijamin. Selain itu, juga dijamin perlindungan kepada guru.
”Badan ini juga akan mengevaluasi apakah delapan standar pendidikan nasional itu baca di sini sudah terpenuhi,” katanya di Jakarta, Jumat (3/12). Dia mengatakan, badan ini akan memperbaiki berbagai program peningkatan profesionalisme guru. Penilaian portofolio untuk sertifikasi juga diperketat.
”Kesejahteraan guru bisa dikatakan semakin membaik meski belum merata. Di satu sisi itu penting. Tetapi, kunci untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan, kan, datang dari guru profesional. Ini yang belum banyak disentuh,” kata Nuh.
Adapun pendidikan profesi guru (PPG) yang harus dijalani calon guru setelah lulus D-4/S-1 dari perguruan tinggi harus mulai tahun 2011—dimulai dengan 300.000 guru yang sudah ada.
Rukmana, Kepala SMPN 2 Pakisjaya, Karawang, mengatakan, pelatihan untuk pengembangan kapasitas guru agar mampu mengembangkan metode pembelajaran yang memacu siswa menjadi kritis, kreatif, aktif, dan inovatif sangat terbatas. ”Pelatihan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan guru. Guru sangat butuh diajar bagaimana memotivasi diri sehingga selalu bergairah bekerja,” katanya.
Rosmini Lede, guru SD Alkhairaat di Poso, Sulawesi Tengah, mengatakan, ”Biasanya yang dapat pelatihan yang punya kedekatan dengan dinas. Jadi, orangnya, ya, itu-itu saja.” Sumarno, seorang guru swasta di Tangerang, menyampaikan, ”Terutama guru swasta, kesempatan dipilih ke berbagai pelatihan minim. Padahal, itu investasi mendidik guru sehingga kinerjanya baik, kan, dimanfaatkan anak-anak bangsa juga.” (ELN)

Kamis, 02 Desember 2010

SDN Sukorejo1 Rehap 2 Lokal

Dengan anggaran Rp.148.260.000,- ( Seratus empat puluh delapan juta dua ratus enam puluh ribu rupiah ) dari Dana APBD bidang pendidikan tahun anggaran tahun 2010, Sekolah Dasar Negeri Sukorejo1 Kecamatan Gondanglegi mendapat rehabilitasi 2 lokal ruangan kelas demikian sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi Gedung SDN Sukorejo 1 Gondanglegi Kabupaten Malang No 420/51.3/421.101/P2B/2010 tanggal 29 Nopember 2010 .
Adapun pelaksanaan rehap tersebut dikerjakan oleh CV Karunia Adi dengan alamat Jln. Sumber No.113 A Sumberpucung Kabupaten Malang dengan NPWP 01.426.214.1-654.000 dengan masa pelaksanaan 33 hari kalender
Memang sudah selayaknya dua ruangan kelas itu di rehab “ kata Kepala Sekolah Taman BA , Rabu 1 Desember 2010 konsultan perencana dan CV Karunia Adi dalam acara perjanjian nota kesepakatan kerja yang dilakukan di Kantor SDN Sukorejo 1 tanggal 1 Desember 2010
Adapun Syarat syarat pelaksanaan tersebut :
1.Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan RKS , Gambar beserta perubahannya dan petunjuk Direksi.
2. Masa Pelaksanaan Pekerjaan ditentukan sejak tanggal Surat Perjanjian Pemborongan ( Kontrak )atau tanggal 29 Nopember 2010 sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dengan masa Pemeliharaan 180 (Seratus delapan puluh ) hari kalender
3. Pekerjaan harus sudah dimulai selambat lambatnya 7 (tujuh )hari kalender sejak dikeluarkanSurat Perintah Mulai Kerja ( SPMK )
4. Surat Perintah Mulai Kerja ini dicabut apabila :
a. Tidak dapat melaksanakan syarat pelaksanaan tersebut dalam angka 1 sampai dengan 3 tersebut diatas
b. Tidak sesuai atau menyimpang dari ketentuan yang ditertuang dalam Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan ) Kontrak )
Demikian isi dari Surat Perintah Mulai Kerja ( SPMK) ini yang ditandatangani oleh kedua belah pihah antara Konsultan Perencana Pembangunan dan CV Karunia Adi . Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan adala Drs.Aleks Sili dar Dinas Pendidikan Kab Malang.
Dalam rangka kegiatan rencana tersebut diatas pihah sekolah sudah mulai mengosongkan ruangan yang akan direhap yaitu dengan menyisihkan semua perabotan sekolah dan kantor di tempat ruang kelas yang lain . Jadi mungkin selama rehap berlangsung kiegiatan sekolah akan terganggu sedikit dalam hal kegiatan belajar mengajar ,karena ruang kelas kurang dan kantor untuk guru juga tidak ada yang lain ,demikian ungkap Taman BA selaku kepala sekolah .

Rabu, 01 Desember 2010

Puskesmas Gondanglegi Malang Imunisasi DT dan TT untuk SDN Sukorejo1

Puskesmas Gondanglegi Imunisasi anak Sekolah Dasar (SD) se Kecamatan Gondanglegi, Untuk SD Negeri Sukorejo 1 mendapat giliran hari Rabu 1/12/2010 Imunisasi dilakukan untuk memberikan kekebalan tubuh pada anak-anak SD agar tidak mudah terkena penyakit.
Imunisasi hanya diberikan kepada Anak Kelas I sampai Kelas III. Imunisasi ini dilaksanakan oleh bidan desa Sukorejo ( Fritanti Rulik Afriani ) yang telah ditunjuk oleh Puskesmas Gondanglegi.dibantu oleh bidan desa Panggungrejo Gondanglegi.
Dipaparkan oleh bidan desa tersebut bahwa, untuk siswa Kelas I SD diberikan DT (Diphtery). Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Sedangkan kepada siswa kelas II dan III, diberikan TT (Tetanus Toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus.
Imunisasi hanya fokus kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh anak-anak masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan dan hidup anak.
Tujuan imunisasi untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, TBC dan lain sebagainya, terang Fritanti Rulik A..
Sementara Kepala SDN Sukorejo 1 Gondanglegi mengatakan sangat berterima kasih kepada Puskesmas Gondanglegi dan pemerintah yang terkait pemberian imunisasi kepada anak didik. Program ini sangat mendukung karena untuk kesehatan anak didik kami.
“Kalau bisa kami minta kegiatan ini rutin dibuat sesuai dengan prosedurnya, agar anak didik kami tetap sehat dan tidak mudah kena penyakit,” demikian ungkap dari kepala SD Sukorejo1.

Kamis, 25 November 2010

Guru Sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sosok yang satu ini tidak pelit memberi ilmu.Tidak pula mereka banyak menuntut. Senang bila anak didiknya berhasil. Bekal yang diberikan pun besar manfaatnya sampai sekarang. Dan mereka pun menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa sebagai bentuk penghormatan.

Mereka yang dimaksud adalah guru. Dan hari ini, Kamis (25/11), bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional 2010. Sebuah hari yang istimewa bagi jutaan guru di Indonesia. Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).

.Jasa-jasa guru mendapat perhatian khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat menghadiri Hari Guru Nasional pada 2004 silam, Presiden Yudhoyono mulai reformasi keberadaan guru, yakni dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai tenaga profesional.

Dengan demikian guru mengemban tanggung jawab untuk mencapai kemajuan pendidikan. Sejalan dengan proses tersebut tak jarang mereka menemui banyak kesulitan. Di antaranya gaji yang disunat, rendahnya upah guru, dan kecilnya peluang jenjang karier. Namun semua itu tak mengurangi motivasi mengajar. Semangat itu ditunjukkan para guru di desa-desa terpencil. Mereka tulus berbagi ilmu di tengah keterbatasan yang ada.

Demikianlah jasa guru. Jasa mereka amat besar. Begitu pula pengaruh para guru mendidik dan membimbing murid. Teruslah kau berjuang guru, agar tercipta peserta didik yang berilmu tinggi, berakhlak mulia dan mencetak pemimpin yang mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Rabu, 24 November 2010

Peran Guru dan Mutu Pendidikan

                     Guru di sekolah mempunyai fungsi ganda, sebagai pengajar dan pendidik, maka guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Secara teori dalam peningkatan mutu pendidikan guru memiliki peran antara lain sebagai salah satu komponen sentral dalam sistem pendidikan, sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan), penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang benar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab, sebagai faktor kunci, mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi, dan gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan system pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler, sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat, sebagai pemonitor praktek profesi.
                             Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah Benarkah guru sebagai penentu keberhasilan pendidikan di Indonesia? Mencermati dan memperhatikan Pendidikan di Indonesia, timbullah suatu permasalahan yang menjadi permasalahan nasional, terutama menyangkut masalah standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dan lain-lain. Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar dan mengajar, tetapi cukup ditentukan dengan hasil UN selama 3 hari yang sudah ditentukan standar nilai minimumnya. Suatu hal yang tidak logis untuk menilai seseorang mampu dan tidak mampu hanya dari satu aspek saja yaitu aspek kognitif, sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yang membimbing, orang yang membina di sini peran guru dikorupsi.
                             Beberapa kasus terjadi, ada seorang siswa yang sering menjuarai berbagai olimpiade sampai tingkat Nasional, berperilaku baik dan santun namun pada saat kelulusan ia dinyatakan tidak lulus. Di sisi lain ada seorang siswa yang kurang baik dalam berperilaku, sering bolos dan tidak sopan, namun ia mendapat nilai tertinggi saat kelulusan. Sungguh ketidak adilan dalam hal ini sangat menonjol. Di sinilah permasalahan pendidikan di Indonesia yang memunculkan suatu pertanyaan terhadap kelulusan siswa yang hanya ditentukan oleh Ujian Nasional, sedangkan materi lain dan keaktifan serta intelektual siswa lainnya yang menyangkut aspek afektif dan psikomotorik siswa tidak dinilai.
                             Jadi peran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik disini kurang menentukan hasil pendidikan jika tolok ukurnya masih demikian. Untuk apa susah susah sekolah guru kalau hanya jadi TUKANG AJAR??. “Guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Pepatah ini dapat memberi kita pemahaman bahwa betapa besarnya peran guru dalam dunia pendidikan pada saat masyarakat mulai menggugat kualitas pendidikan yang dijalankan di Indonesia maka akan banyak hal terkait yang harus dibenahi. Masalah sarana dan prasarana pendidikan, sisitem pendidikan, kurikulum, kualitas tenaga pengajar, dll. Secara umum guru merupakan faktor penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. Walaupun masih diukur dengan Ujian Nasional.Mudah mudahan peranan guru menjadi tolah ukur pendidikan di Indonesia amiiiiiinnnn

Sabtu, 20 November 2010

Permendiknas No 28/ 2010 Untuk Mengendalikan Mutasi Guru

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah dimana mutasi kepala sekolah menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Nasional direspon positif oleh Pengamat Pendidikan Arief Rahman. ''Pemerintah Pusat memang mempunyai kewenangan untuk mengendalikan mutasi kepala sekolah,'' tutur dia ketika dihubungi Republika.

Yang tentu saja kewenangan itu tidak langsung tapi pusat mendapatkan informasi dari dinas pendidikan di daerah. Permen tersebut dikeluarkan oleh Mendiknas M Nuh menurut Arif merujuk pada empat hal. Yaitu pengendalian standar profesi kepala sekolah.Adannya penyebaran kesempatan mutasi kepala sekolah bisa antar provinsi atau kabupaten kota.

Tetap memberi kesempatan kepada daerah untuk mengurus masalah mutasi tapi tetap dikonsultasikan ke pusat. ''Dan saya lihat ini juga masalah manajemen. Mungkin ada studi sebelum kebijakan ini dikeluarkan,'' tutur dia.

Di sisi lain, Arif juga melihat kebijakan ini ingin membatasi kepentingan politik yang mulai masuk ke dunia pendidikan.''Kepala sekolah itu profesi akademis dan bukan profesi politik,'' kata dia.

Menurut Arif, yang penting peraturan ini tidak membelenggu daerah dalam penentuan kepala sekolah di daerah.''Pemerintah punya wewenang mengendalikan karena pemerintah pusat harus mempertanggungjawabkan mutasi kepala sekolah,'' tutur dia.

HARI GURU dan HUT PGRI ke 65 Kab.Malang 2010

  
             Sekitar 30 000  Warga PGRI Kab. Malang  mengikuti gerak jalan santai pada Sabtu 20 Nopember 2010. Even tersebut  digelar dalam rangka menyambut Hari Guru dan HUT PGRI  ke-65 .Gerak jalan ini Start diberangkatna oleh Bupati Malang H.Rendra Kresna didampingi Oleh Ketua PGRI Kab Malang H.Drs.Wongso Suharsono MSi.

            "Gerak jalan santai ini dipilih menjadi ajang kegiatan  olah raga yang paling interaktif di antara sesama peserta. Selain itu murah meriah. Jadi nilai silaturahimnya sangat terasa dan menjadikan ajang tali silaturohmi sesama peserta karena merupakan ajang reuni di masa lalu. Dan Alhamdulillah, respon warga PGRI Kab Malang  dan sekitarnya sangat luar biasa ," Acara ini diikuti oleh Warga PGRI Kab Malang  dan anak didik dari SD ,SMP,dan SLTA di sekitar Kepanjen kab Malang.

Meski peminat peserta sudah banyak, panitia masih membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam rangka kegiatan ini. Gerak jalan santai tersebut bisa diikuti oleh siapapun tanpa batas usia dan tanpa pungutan biaya.

               Salah satu yang menjadi alasan banyaknya peminat adalah hadiahnya yang spesial. Menurut panitia pelaksana, hadiah yang disediakan antara lain umrah, Almari ES dua pintu, sepeda gunug, sepeda mini TV 21 dan 14 in kipas angin   dan masih banyak lagi doorprisce serta hadiah menarik lainnya.

               Gerak jalan santai itu dilaksanakan hari Sabtu tanggal 20 Nopember 2010 pagi dengan start dari  Stadion Kanjuruhan Kepanjen dan berakhir di tempat yang sama juga. Sesampainya di stadion Kanjuruhan Kepanjen , seluruh peserta akan disuguhi  hiburan Elektone dan beberapa artis penyanyi dari Kab. Malang dan warga PGRI  dan pengumuman hadiah.
Adapun  Hadiah Utama
                        I  di raih Oleh Warga PGRI  dari  IGTKI  Cepokomulyo Kepanjen
                       II .diraih Oleh Warga PGRI Sumberpucung
                     III  diraih Oleh  siswi SDN Kepanjen 7 Kepanjen
                     IV. diraih Oleh Siswa SMPN 3 Kepanjen
Yang paling unik dalam pembagian  hadiah hiburan secara  Cuma Cuma / secara spesial kepada peserta  dari luar kab. Malang antara lain Pacitan,Kediri Blitar ,Tulungagung,,Jombang dan Kodya Malang Pembagian Hadiah tersebut dibuktikan dengan tanda bukti KTP



Selasa, 16 November 2010

Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai perilaku (karakter) kepada warga sekolah yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

Sabtu, 13 November 2010

Senam Kesegaran Jasmani dan Senam Sehat

Kriiiing Kriiiiiiiiing terdengar suara bel yang berbunyi dari halaman sebuah Sekolah Dasar Negeri Sukorejo 1 ,terdengar juga suara seorang guru lelaki berperawakan tegap memberi aba-aba siap grak dan seterusnya.
Anak-anak segera berbaris yang rapi,rentangkan tangan kesamping,rentangkan ke belakang,jaga jarak jangan sampai bersentuhan dan lain sebagainya. .”
Kemudian terdengar suara pesawat compo yang terdengar sangat keras sekali Memperdengarkan musik Senam Kesegaran J asmani 88..
Kegiatan tersebut diatas adalah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pagi sebelum jam masuk sekolah di SD Negeri Sukorejo 1 .Senam kesegaran jasmani sangat populer saat ini dengan musik SKJ 88 dan disamping itu pula juga diselingi dengan Senam Sehat yang dipergunakan untuk selingan SKJ 88..
Kegiatan ini hampir di lakukan di seluruh sekolah maupun instansi pemerintah. yang pernah merasakan jaman itu di akhir 80-an sampai 90-an pasti yang pernah merasakan
jaman itu di akhir 80-an sampai 90-an pasti selalu mendengarkan musik SKJ 88 tiap pagi sebelum masuk kelas. Namun acara ini dapat terhalang apabila suasa halaman sekolah sangat becek.Maklum kondisi halaman tersebut masih berupa tanah lapang yang sangat luas dengan ditumbuhi oleh rumput berwarna hijau.Beginilah kegiatan rutin kami di SD Sukorejo 1 mudah mudahan kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi anak didik kami khususnya SD Negeri Sukorejo 1 Gondanglegi Malang. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin !

Kamis, 11 November 2010

Ucapkan Rasa Terima Kasih Dengan Tasyakuran

Sebagai rasa terima  Mahasiswa Universitas Islam Negri Malang ( UIN ) , mengggelar acara tasyakuran di SD Negri Sukorejo 1. Acara ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa yang sedang melaksanakan Observasi Bimbingan dan Konseling / Study Kasus di SDN Sukorejo 1 Gondanglegi,Kamis 11 Nopember 2010.
Dalam sambutannya salah seorang mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas segala bimbingan dan arahan dari Kepala SDN Sukorejo 1 dan semua dewan guru yang telah membantu dalam pelaksanaan Observasi ini
Dalam sambutan balasan kepala SDN Sukorejo 1 Taman BA mengatakan mudah mudahan ilmu yang didapat selama dalam bangku perkuliahan dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara yang kemudian akan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.
Pada saat yang bersamaan dilakukan acara makan tumpeng bersama dewan guru dan mahasiswa yang diprakarsai oleh mahasiswa UIN Malang didahului oleh pembacaan doa yang dibawakan oleh Ustad Abdul Rofik selaku guru Agama Islam di SD Sukorejo 1 dan setelah acara tersebut dilakukan acara Foto bersama ( Guru ,Mahasiswa dan Murid ).
Acara ini diselenggarakan bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara dewan guru dan mahasiswa UIN Malang yang sedang Observasi di SD Negeri Sukorejo 1 . Dan dengan adanya tasyakuran ini di harapkan kita berdoa bisa menjalankan program kerja kita yang akan kita jalankan selama setahun kedepan tanpa adanya kendala yang menghalanginya

Jumat, 05 November 2010

Bantuan Korban Letusan G Merapi dan Mentawai Warga SDN Sukorejo 1 Gondanglegi


4ntoni Sutris@gmail.com. Guru dan Siswa SDN Sukorejo1Gondanglegi, hari ini, Jumat 5 Nopember 2010 menggelar aksi penggalangan dana dan doa untuk korban Merapi dan Tsunami Mentawai. Aksi tersebut merupakan solidaritas dan bentuk kepedulian mereka terhadap saudara-saudaranya yang terkena musibah bencana alam letusan G Merapi dan Gelombang Tsunami di Kepulauan Mentawai..
Salah seorang siswa mengatakan, aksi tersebut sangat positif untuk memupuk rasa kebersamaan terhadap saudara sebangsa. "Hanya doa dan sedikit dana yang tidak seberapa yang bisa kami berikan untuk saudara-saudara kita, baik di Merapi maupun Mentawai," ujarnya.

Mereka berdoa, warga yang menjadi korban akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik selanjutnya. "Semoga mereka segera pulih dan hidup normal kembali, serta memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya,"
Sebelum acara penggalangan dana dari kelas ke kelas dilakukan, sejumlah siswa juga menggelar pembacaan kalimat tahlil dilakukan oleh kelas 4 s/d 6 terlebih dahulu dan melakukan doa bersama. Baru setelah itu, secara bergilir, para siswa ikut menyisihkan sebagian uang sakunya untuk disumbangkan kepada saudara-saudaranya korban Merapi dan Mentawai.
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada sesama dalam bidang pendidikan dan kesehatan serta lingkungan hidup maupun bencana alam ke Pundi Amal SCTV dengan No.rekening Pundi Amal SCTV (BCA Wisma Asia Jakarta No.Rekening 084-266-2000

Rabu, 03 November 2010

Permendiknas No 28 Tahun 2010 | Mutasi Kasek Kini Kewenangan Menteri

Permendiknas No 28 Tahun 2010 | Mutasi Kasek Kini Kewenangan Menteri Kini ada aturan baru tentang mutasi kepala sekolah (kasek). Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengambil alih kewenangan daerah untuk memutasi kasek.Itu seiring diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah.
Mendiknas M. Nuh menjelaskan, peraturan tersebut berlaku untuk mutasi Kasek/madrasah pada jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Tidak terkecuali rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). "Semua jenjang akan diatur oleh Permendiknas," ungkapnya.
Menurut Nuh, pemindahan kewenangan itu salah satunya untuk menyiapkan pimpinan tertinggi lembaga pendidikan dengan baik. Dia menjelaskan, jika sebelumnya kepala daerah dapat memutasi Kasek dengan mudah, kini calon Kasek wajib mengikuti berbagai seleksi ketat. "Pemerintah daerah tidak bisa lagi semena-mena mengganti Kasek," ujarnya.
Permendiknas yang ditetapkan pada 27 Oktober 2010 ini, kata Nuh, sengaja dikeluarkan untuk melindungi Kasek dari politik pemerintah yang seringkali merugikan mereka. "Kami mendengar banyak laporan tentang Kasek yang menjadi korban politik," ungkap mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (menkominfo) itu. (sumber: jpnn.com)

Rabu, 20 Oktober 2010

BUKU REFERENSI PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN PENUNJANG PEMBELAJARAN

1.Undang Undang RI No 23 Tahun 2002 klik di sini
2.Undang Undang RI No 20 Tahun 2003 klik di sini
3.Undang Undang RI No 14 Tahun 2005 klik di sini
4.Peraturan Pamerintah RI No 19 Tahun 2005 klik di sini
5.Peraturan Pamerintah RI No 48 Tahun 2008 klik disini
6.Peraturan Pamerintah RI No 53 Tahun 2010 baca disini
7.Peraturan Mendiknas RI No 22 Tahun 2006 dapat di baca disini
8.Peraturan Mendiknas RI No 23 Tahun 2006 klik di sini
9.Peraturan Mendiknas RI No 12 Tahun 2007 klik di sini
10.Peraturan Mendiknas RI No 13 Tahun 2007 dapat dibaca disini
11.Peraturan Mendiknas RI No 16 Tahun 2007
12.Peraturan Mendiknas RI No 18 Tahun 2007 klik di sini
13.Peraturan Mendiknas RI No 19 Tahun 2007 silahkan baca di sini
14.Peraturan Mendiknas RI No 20 Tahun 2007 klik di sini saja
15.Peraturan Mendiknas RI No 24 Tahun 2007 dapat dibaca di sini
16.Peraturan Mendiknas RI No 40 Tahun 2007 klik saja di sini
17.Peraturan Mendiknas RI No 41 Tahun 2007 klik di sini saja
18.Peraturan Mendiknas RI No 39 Tahun 2008 klik saja di sini

Observasi Universitas Islam Negri ( UIN ) Malang di SDN Sukorejo 1

Observasi Universitas Islam Negeri ( UIN ) Malang ini adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam rangka kegiatan menyelesaikan tugas Bimbingan dan Konseling . Kegiatan ini dilakukan setelah pertemuan pendahuluan.antara mahasiswa dengan kepala sekolah dan dewan guru . Kegiatan observasi ini dilakukan untuk mengamati cara guru mengajar .Observasi mengajar ini dilaksanakan pada hari/tanggal dan kelas sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan pre conference. Guru menjelaskan materi kepada siswa sesuai dengan materi pokok dalam rencana pembelajaran . Mahasiswa duduk dibangku yang paling belakang sehingga tidak mengganggu siswa yang sedang diajar. Selama di kelas mahasiswa selalu memperhatikan dan merekam secara objektif tingkah laku guru dalam mengajar, tingkah laku siswa dalam belajar, dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
Tujuan :
Observasi Kasus Siswa ;
1.Mengetahui kesulitan proses belajar,sosialisasi dan karakter anak secara umum.
2.Usia perkembangan anak,hambatan dalam perkembangan akademik.
3.Kelemahan dan kelebihan anak.
4.Respon anak selama proses belajar,bersosialisasi dan karakter anak.
5.Ekspresi,sikap sehari hari di kelas dan luar kelas
Observasi Lingkungan Kelas dan Sekolah
1.Denah sekolah,lokasi dan sejarah berdirinya sekolah ( data sekunder sekolah )
2.Fasilitas sekolah ( peralatan,kelas,struktur sekolah dan suasan sekolah.)
3.Fasilitas kelas ( ruangan,peralatan penunjang, suasana kelas )
Observasi Proses Belajar Mengajar di Kelas
1.Cara guru mengajar siswa , metode dan peralatan yang digunakan.
2.Ekspesi guru dan siswa dalam belajar mengajar.
3.Pelajaran yang kurang disukai siswa dan yang disukai siswa.
Observasi Perilaku Anak di Luar Jam Pelajaran.
1.Sikap anak dengan lingkungan sekolah.
2.Sikap anak dengan teman temannya
3.Ekspresi anak dan sosialisasi anak.
Observasi Suasana Kelas dan Sekolah
1.Kegaduhan kelas, respon siswa dengan guru. Respon siswa dan siswa lain.
2.Perilaku guru di kelas terhadap siswa.
3.Kebiasaan belajar di kelas
Kegiatan observasi ini dilakukan dengan ketentuan Sekolah yang telah melaksanakan Tes Intelegesi ( IQ ) Secara Kebetulan SDN Sukorejo 1 sudah beberapa kali menyelenggarakan Tes IQ tersebut ,dan yang terakhir kali baru dilaksanakan tanggal 11 Oktober 2010 . Mahasiswa menilai cara mengajar guru berdasarkan instrumen lembar observasi yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu supervisor juga memberikan masukan-masukan yang perlu dikembangkan guru dalam mengajar secara tertulis di lembar observasi.
Nama Mahasiswa UIN Malang yang Observasi di SDN Sukorejo 1 adalah ;

Kelompok 1 Observasi Klas VI Guru Kelas Endang Faridhotul Hasanah SPd

1.Anisatur Rohmah Nim. 08140056
2.Sri Nuraini Nim. 08140044
3.Elok Kurniawati Nim. 08140049
4.Rofiatul Ningsih Nim. 08140027
5.Eri Ferdianto Nim. 08140026


Kelompok 2 Observasi Klas V Guru Kelas Sutrisno Antoni SPd

1.Andika Septa Setiawan Nim. 08140016
2.Hermanto Eko Prayitno Nim. 08140065
3.Nurike M Nim. 08140029
4.Mawaddah Yayang Efendi Nim. 08140048
5.Anisa Lazuirda Nim. 08140045
6.Sa'adatul Lutfiah Nim. 08140061

Minggu, 17 Oktober 2010

Kerawang Bekasi

Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
(Yang Terempas dan Yang Putus, Pustaka Rakyat, 1949)

Menyongsong UASBN 2011

Kegiatan UASBN memang dilaksanakan tahun 2011, namun persiapan sekolah-sekolah dalam menghadapi UASBN tidaklah kendor. Tuntutan prestasi yang lebih tinggi dan tidak sekedar lulus adalah tujuan utama. Siswa didik diharapkan bisa mandiri dalam mengerjakan soal, sehingga dapat diukur kemampuan intelektualnya. Ini berkaitan pula dengan sistim penerimaan Sekolah Lanjutan yang mengandalkan dari nilai UASBN. Karena Kisi-kisi UASBN 2011 belum ada, maka ada baiknya sebagai acuan UASBN kami berikan kisi-kisi / SKL UASBN tahun 2010. Siapa tahu berguna. Jika ingin memperolehnya silahkan download lewat ini

Revisi UU Sisdiknas harus segera dilakukan

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, yang proses penyusunannya menimbulkan kegaduhan antara pro dan kontra, ternyata implementasinya melahirkan sejumlah masalah krusial. Oleh karena itu, menjadi amat mendesak bagi UU ini untuk direvisi oleh anggota DPR periode 2009-2014.

Beberapa persoalan krusial yang sekaligus dapat dijadikan sebagai dasar untuk merevisi UU Sisdiknas antara lain sebagai berikut. Pertama, pembatalan Undang- Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) oleh Mahkamah Konstitusi pada 31 Maret 2010.

UU BHP adalah amanat dari UU Sisdiknas Pasal 53 agar penyelenggaraan dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan yang diatur dalam undang-undang tersendiri. Dengan dibatalkannya UU BHP, Pasal 53 ini tidak bermakna lagi; jika tidak direvisi, hanya menjadi pasal sampah belaka.

Kedua, masalah krusial yang selalu muncul setiap tahun dan menghabiskan energi adalah ujian nasional (UN). UN sebetulnya tidak punya pijakan yang jelas dalam UU Sisdiknas karena Pasal 57-59 hanya mengatur tentang evaluasi pendidikan, yang implementasinya tidak tentu berupa UN.

Namun, oleh pemerintah diturunkan terlalu jauh dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengamanatkan UN dari SD hingga SMTA. PP No 19/2005 itulah yang dijadikan pedoman oleh pemerintah untuk melaksanakan UN. Tetapi, apabila dirunut pasalnya dalam UU Sisdiknas, memang tidak ada. Pasal 57-59 yang mengatur masalah evaluasi pendidikan saatnya direvisi agar lebih tegas dan tidak multitafsir.

Sebetulnya, bunyi pasal itu sudah tegas, tetapi entah bagaimana pemerintah dapat menafsirkan beda dengan tafsiran masyarakat. Dalam ketiga pasal tersebut tidak ada yang mengindikasikan pelaksanaan UN.

Bahkan, kalau membaca Pasal 59 Ayat 3 jelas sekali bahwa ”Masyarakat dan/ atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi hasil belajar”. Itu artinya evaluasi belajar itu seperti model tes TOEFL yang dapat diselenggarakan oleh badan-badan mandiri yang kredibel, bukan justru dalam bentuk UN seperti yang dipaksakan oleh pemerintah.

Ketiga, masalah anggaran pendidikan yang problematik. UU Sisdiknas Pasal 49 Ayat 1 menyebutkan, ”Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimum 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)”.

Namun, dalam realitasnya, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi tahun 2008, anggaran 20 persen termasuk gaji guru dan dosen serta pendidikan kedinasan. Dengan keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, bunyi Ayat 1 Pasal 49 tidak ada maknanya lagi.

Keempat, menghapus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). RSBI dan SBI telah menimbulkan persoalan sosial baru karena telah menutup akses masyarakat secara umum terhadap layanan pendidikan yang bermutu serta telah menciptakan kastanisasi sekolah menjadi beberapa kasta. Ini tentu menimbulkan persoalan tersendiri bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kementerian Pendidikan Nasional sekarang juga tengah mengevaluasi keberadaan RSBI/SBI, tetapi tampaknya hanya dari aspek teknis belaka. Padahal, persoalan RSBI/SBI lebih bersifat ideologis-konstitusional.

Keberadaan RSBI/SBI merupakan turunan dari UU Sisdiknas Pasal 50 Ayat 3 yang mengamanatkan agar setiap daerah menyelenggarakan minimum satu satuan pendidikan bertaraf internasional. Mengingat implementasi pasal itu dalam bentuk RSBI/SBI, menimbulkan persoalan serius (konstitusional), pasal tersebut perlu dihilangkan. Ayat 3 Pasal 31 UUD 1945 mengamanatkan, ”Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional”, sementara pengembangan RSBI/SBI sekarang tanpa disadari menciptakan lebih dari satu sistem pendidikan nasional, bahkan menciptakan kastanisasi sekolah.

UU Sisdiknas tidak boleh menabrak konstitusi. Implementasi dari Ayat 3 Pasal 50 dalam bentuk RSBI/SBI juga bertentangan dengan Ayat 1 Pasal 5 UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu serta Ayat 1 Pasal 11 tentang layanan pendidikan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Sementara itu, yang bisa bersekolah di RSBI/SBI hanya golongan mampu karena biayanya mahal. Kelima, usia masuk sekolah dasar (SD). Persoalan usia masuk SD selalu menjadi ramai setiap tahun ajaran baru karena banyak anak di bawah usia enam tahun ingin masuk SD.

Di sisi lain, para guru secara formal selalu terpaku pada UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa ”setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun dapat mengikuti program wajib belajar” (Pasal 34 Ayat 1). Artinya, batas minimum masuk SD adalah enam tahun. Jika kurang dari enam tahun, meskipun anak sudah pandai membaca, menulis, dan berhitung, tetap tidak bisa diterima.

Di lapangan, usia masuk SD ini menjadi praktik jual beli kursi—terlebih di SD negeri favorit—tarifnya mencapai jutaan rupiah. Batas minimum usia masuk SD enam tahun itu memang perlu dikaji lagi.

Pada masa lalu (sebelum dekade 1980-an), ketika gizi keluarga belum baik, pendidikan orangtua masih rendah, kesadaran bersekolah rendah, baru ada TVRI, media massa dan sarana komunikasi masih terbatas, tentu saja perkembangan fisik dan mental anak pun lambat.

Namun, pascadekade 1980-an (apalagi sekarang), ketika gizi keluarga bagus, orangtua terdidik dan sadar akan pendidikan, sarana komunikasi dan fasilitas pendidikan lengkap, serta banyak media cetak maupun elektronik, perkembangan fisik dan mental anak pun mengalami percepatan. Anak berusia lima tahun tanpa paksaan sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung; mental mereka juga sudah matang. Perkembangan fisik dan mental anak seperti itu perlu diakomodasi dalam perundang-undangan pendidikan nasional sehingga tidak dijadikan sebagai obyek jual beli usia.

Keenam, masuknya pendidikan asing. Hal itu diatur dalam Pasal 65 Ayat 1-3, baik untuk pendidikan dasar maupun perguruan tinggi. Lembaga pendidikan asing yang terakreditasi atau diakui di negaranya dapat menyelenggarakan pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu diatur dalam Pasal 65 Ayat 1-3. Pasal ini dinilai terlalu liberal karena Amerika Serikat saja yang dikenal liberal sangat melindungi pendidikan bangsanya, sebaliknya kita justru mengundang asing untuk turut mendidik bangsa kita.

Keberadaan Pasal 65 ini sebetulnya tidak perlu. Persoalan lain yang cukup krusial dan perlu dirumuskan kembali pasalnya adalah masalah pendanaan pendidikan mengingat pasal satu dan lainnya saling bertentangan.

Pasal 43 Ayat 2-3 mengatur masalah komitmen pemerintah dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pendidikan dasar, tetapi Pasal 46 Ayat 1 jelas sekali memberikan beban tanggung jawab kepada masyarakat untuk menanggung pendanaan pendidikan.

Masih banyak lagi pasal yang perlu direvisi agar tidak menimbulkan keruwetan di lapangan. Semoga para anggota Komisi X DPR periode 2009-2014 punya semangat untuk melakukan reformasi perundang-undangan pendidikan nasional.
UU tsb klik disini

Sejarah Bendera Merah Putih

Bila kita melihat deretan bendera yang dikibarkan dari berpuluh-puluh bangsa di atas tiang, maka terlintas di hati kita bahwa masing-masing warna atau gambar yang terdapat di dalamnya mengandung arti, nilai, dan kepribadian sendiri-sendiri, sesuai dengan riwayat bangsa masing-masing. Demikian pula dengan bendera merah putih bagi Bangsa Indonesia. Warna merah dan putih mempunyai arti yang sangat dalam, sebab kedua warna tersebut tidak begitu saja dipilih dengan cuma–cuma, melainkan melalui proses sejarah yang begitu panjang dalam perkembangan Bangsa Indonesia.
1. Menurut sejarah, Bangsa Indonesia memasuki wilayah Nusantara ketika terjadi perpindahan orang-orang Austronesia sekitar 6000 tahun yang lalu datang ke Indonesia Timur dan Barat melalui tanah Semenanjung dan Philipina. Pada zaman itu manusia memiliki cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai lambang warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra. Aditya berarti matahari dan Candra berarti bulan. Penghormatan dan pemujaan tidak saja di kawasan Nusantara, namun juga di seluruh Kepulauan Austronesia, di Samudra Hindia, dan Pasifik.
Sekitar 4000 tahun yang lalu terjadi perpindahan kedua, yaitu masuknya orang Indonesia kuno dari Asia Tenggara dan kemudian berbaur dengan pendatang yang terlebih dahulu masuk ke Nusantara. Perpaduan dan pembauran inilah yang kemudian melahirkan turunan yang sekarang kita kenal sebagai Bangsa Indonesia.
Pada Zaman itu ada kepercayaan yang memuliakan zat hidup atau zat kesaktian bagi setiap makhluk hidup yaitu getah-getih. Getah-getih yang menjiwai segala apa yang hidup sebagai sumbernya berwarna merah dan putih. Getah tumbuh-tumbuhan berwarna putih dan getih (dalam Bahasa Jawa/Sunda) berarti darah berwarna merah, yaitu zat yang memberikan hidup bagi tumbuh-tumbuhan, manusia, dan hewan. Demikian kepercayaan yang terdapat di Kepulauan Austronesia dan Asia Tenggara.
2. Pada permulaan masehi selama 2 abad, rakyat di Kepulauan Nusantara mempunyai kepandaian membuat ukiran dan pahatan dari kayu, batu, dan lainnya, yang kemudian ditambah dengan kepandaian mendapat pengaruh dari kebudayaan Dong Song dalam membuat alat-alat dari logam terutama dari perunggu dan besi. Salah satu hasil yang terkenal ialah pembuatan gendering besar dari perunggu yang disebut nekara dan tersebar hampir di seluruh Nusantara. Di Pulau Bali gendering ini disebut Nekara Bulan Pajeng yang disimpan dalam pura. Pada nekara tersebut diantaranya terdapat lukisan orang menari dengan hiasan bendera dan umbul-umbul dari bulu burung. Demikian juga di Gunung Kidul sebelah selatan Yogyakarta terdapat kuburan berupa waruga dengan lukisan bendera merah putih berkibar di belakang seorang perwira menunggang kerbau, seperti yang terdapat di kaki Gunung Dompu.
Sejak kapan bangsa-bangsa di dunia mulai memakai bendera sebagai identitas bangsanya? Berdasarkan catatan sejarah dapat dikemukakan bahwa awal mula orang menggunakan bendera dimulai dengan memakai lencana atau emblem, kemudian berkembang menjadi tanda untuk kelompok atau satuan dalam bentuk kulit atau kain yang dapat berkibar dan mudah dilihat dari jauh. Berdasarkan penelitian akan hasil-hasil benda kuno ada petunjuk bahwa Bangsa Mesir telah menggunakan bendera pada kapal-kapalnya, yaitu sebagai batas dari satu wilayah yang telah dikuasainya dan dicatat dalam daftar. Demikian juga Bangsa Cina di zaman kaisar Chou tahun 1122 sebelum masehi.
Bendera itu terikat pada tongkat dan bagian puncaknya terdapat ukiran atau totem, di bawah totem inilah diikatkan sepotong kain yang merupakan dekorasi. Bentuk semacam itu didapati pada kebudayaan kuno yang terdapat di sekitar Laut Tengah. Hal itu diperkuat juga dengan adanya istilah bendera yang terdapat dalam kitab Injil. Bendera bagi raja tampak sangat jelas, sebab pada puncak tiang terdapat sebuah symbol dari kekuasaan dan penguasaan suatu wilayah taklukannya. Ukiran totem yang terdapat pada puncak atau tiang mempunyai arti magis yang ada hubungnnya dengan dewa-dewa. Sifat pokok bendera terbawa hingga sekarang ini.
Pada abad XIX tentara napoleon I dan II juga menggunakan bendera dengan memakai lambang garuda di puncak tiang. Perlu diingat bahwa tidak semua bendera mempunyai arti dan ada hubungannya dengan religi. Bangsa Punisia dan Yunani menggunakan bendera sangat sederhana yaitu untuk kepentingan perang atau menunjukkan kehadiran raja atau opsir, dan juga pejabat tinggi negara. Bendera Yunani umumnya terdiri dari sebuah tiang dengan kayu salib atau lintang yang pada puncaknya terdapat bulatan. Dikenal juga perkataan vaxillum (kain segi empat yang pinggirnya berwarna ungu, merah, atau biru) digantung pada kayu silang di atas tombak atau lembing.
Ada lagi yang dinamakan labarum yang merupakan kain sutra bersulam benang emas dan biasanya khusus dipakai untuk Raja Bangsa Inggris menggunakan bendera sejak abad VIII. Sampai abad pertengahan terdapat bendera yang menarik perhatian yaitu bendera “gunfano” yang dipakai Bangsa Germania, terdiri dari kain bergambar lencana pada ujung tombak, dan dari sinilah lahir bendera Prancis yang bernama “fonfano”.
Bangsa Viking hampir sama dengan itu, tetapi bergambar naga atau burung, dikibarkan sebagai tanda menang atau kalah dalam suatu pertempuran yang sedang berlangsung. Mengenai lambang-lambang yang menyertai bendera banyak juga corak ragamnya, seperti Bangsa Rumania pernah memakai lambang burung dari logam, dan Jerman kemudian memakai lambang burung garuda, sementara Jerman memakai bendera yang bersulam gambar ular naga.
Tata cara pengibaran dan pemasangan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung, kibaran bendera putih sebagai tanda menyerah (dalam peperangan) dan sebagai tanda damai rupanya pada saat itu sudah dikenal dan etika ini sampai sekarang masih digunakan oleh beberapa Negara di dunia.
3. Pada abad VII di Nusantara ini terdapat beberapa kerajaan. Di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya yang pada hakikatnya baru merupakan kerajaan dengan kekuasaan terbatas, satu sama lainnya belum mempunyai kesatuan wilayah. Baru pada abad VIII terdapat kerajaan yang wilayahnya meliputi seluruh Nusantara yaitu Kerajaan Sriwijaya yang berlangsung sampai abad XII. Salah satu peninggalannya adalah Candi Borobudur , dibangun pada tahun 824 Masehi dan pada salah satu dindingnya terdapat “pataka” di atas lukisan dengan tiga orang pengawal membawa bendera merah putih sedang berkibar. Kata dwaja atau pataka sangat lazim digunakan dalam kitab jawa kuno atau kitab Ramayana. Gambar pataka yang terdapat pada Candi Borobuur, oleh seorang pelukis berkebangsaan Jerman dilukiskan dengan warna merah putih. Pada Candi Prambanan di Jawa Tengah juga terdapat lukisan Hanoman terbakar ekornya yang melambangkan warna merah (api) dan warna putih pada bulu badannya. Hanoman = kera berbulu putih. Hal tersebut sebagai peninggalan sejarah di abad X yang telah mengenal warna merah dan putih.
Prabu Erlangga, digambarkan sedang mengendarai burung besar, yaitu Burung Garuda yang juga dikenal sebagau burung merah putih. Denikian juga pada tahun 898 sampai 910 Raja Balitung yang berkuasa untuk pertama kalinya menyebut dirinya sebagai gelar Garuda Muka, maka sejak masa itu warna merah putih maupun lambang Garuda telah mendapat tempat di hati Rakyat Indonesia.
4. Kerajaan Singosari berdiri pada tahun 1222 sampai 1292 setelah Kerajaan Kediri, mengalami kemunduran. Raja Jayakatwang dari Kediri saat melakukan pemberontakan melawan Kerajaan Singosari di bawah tampuk kekuasaan Raja Kertanegara sudah menggunakan bendera merah – putih , tepatnya sekitar tahun 1292. Pada saat itu tentara Singosari sedang dikirim ke Semenanjung Melayu atau Pamelayu. Jayakatwang mengatur siasat mengirimkan tentaranya dengan mengibarkan panji – panji berwarna merah putih dan gamelan kearah selatan Gunung Kawi. Pasukan inilah yang kemudian berhadapan dengan Pasukan Singosari, padahal pasukan Singosari yang terbaik dipusatkan untuk menghadang musuh di sekitar Gunung Penanggungan. Kejadian tersebut ditulis dalam suatu piagam yang lebih dikenal dengan nama Piagam Butak. Butak adalah nama gunung tempat ditemukannya piagam tersebut terletak di sebelah selatan Kota Mojokerto. Pasukan Singosari dipimpin oleh R. Wijaya dan Ardaraja (anak Jayakatwang dan menantu Kertanegara). R. Wijaya memperoleh hadiah sebidang tanah di Desa Tarik, 12 km sebelah timur Mojokerto. Berkibarlah warna merah – putih sebagai bendera pada tahun 1292 dalam Piagam Butak yang kemudian dikenal dengan piagam merah – putih, namun masih terdapat salinannya. Pada buku Paraton ditulis tentang Runtuhnya Singosari serta mulai dibukanya Kerajaan Majapahit dan pada zaman itu pula terjadinya perpaduan antara Ciwaisme dengan Budhisme.
5. Demikian perkembangan selanjutnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, menunjukkan bahwa putri Dara Jingga dan Dara Perak yang dibawa oleh tentara Pamelayu juga mangandung unsur warna merah dan putih (jingga=merah, dan perak=putih). Tempat raja Hayam Wuruk bersemayam, pada waktu itu keratonnya juga disebut sebagai keraton merah – putih, sebab tembok yang melingkari kerajaan itu terdiri dari batu bata merah dan lantainya diplester warna putih. Empu Prapanca pengarang buku Negarakertagama menceritakan tentang digunakannya warna merah – putih pada upacara kebesaran Raja Hayam Wuruk. Kereta pembesar – pembesar yang menghadiri pesta, banyak dihiasi merah – putih, seperti yang dikendarai oleh Putri raja Lasem. Kereta putri Daha digambari buah maja warna merah dengan dasar putih, maka dapat disimpulkan bahwa zaman Majapahit warna merah – putih sudah merupakan warna yang dianggap mulia dan diagungkan. Salah satu peninggalan Majapahit adalah cincin warna merah putih yang menurut ceritanya sabagai penghubung antara Majapahit dengan Mataram sebagai kelanjutan. Dalam Keraton Solo terdapat panji – panji peninggalan Kyai Ageng Tarub turunan Raja Brawijaya yaitu Raja Majapahit terakhir. Panji – panji tersebut berdasar kain putih dan bertuliskan arab jawa yang digaris atasnya warna merah. Hasil penelitian panitia kepujanggaan Yogyakarta berkesimpulan antara lain nama bendera itu adalah Gula Kelapa . dilihat dari warna merah dan putih. Gula warna merah artinya berani, dan kelapa warna putih artinya suci.
6. Di Sumatra Barat menurut sebuah tambo yang telah turun temurun hingga sekarang ini masih sering dikibarkan bendera dengan tiga warna, yaitu hitam mewakili golongan penghulu atau penjaga adat, kuning mewakili golongan alim ulama, sedangkan merah mewakili golongan hulu baling. Ketiga warna itu sebenarnya merupakan peninggalan Kerajaan Minang pada abad XIV yaitu Raja Adityawarman. Juga di Sulawesi di daerah Bone dan Sopeng dahulu dikenal Woromporang yang berwarna putih disertai dua umbul – umbul di kiri dan kanannya. Bendera tersebut tidak hanya berkibar di daratan, tetapi juga di samudera , di atas tiang armada Bugis yang terkenal. Bagi masyarakat Batak terdapat kebudayaan memakai ulos semacam kain yang khusus ditenun dengan motif tersendiri. Nenek moyang orang Batak menganggap ulos sebgai lambang yang akan mendatangkan kesejahteraan jasmani dan rohani serta membawa arti khusus bagi yang menggunakannya. Dalam aliran animisme Batak dikenal dengan kepercayaan monotheisme yang bersifat primitive, bahwa kosmos merupakan kesatuan tritunggal, yaitu benua atas dilambangkan dengan warna merah dan benua bawah dilambangkan dengan warna hitam. Warna warna ketiga itu banyak kita jumpai pada barang-barang yang suci atau pada hiasan-hiasan rumah adat. Demikian pula pada ulos terdapat warna dasar yang tiga tadi yaitu hitam sebagai warna dasar sedangkan merah dan putihnya sebagai motif atau hiasannya. Di beberapa daerah di Nusantara ini terdapat kebiasaan yang hampir sama yaitu kebiasaan memakai selendang sebagai pelengkap pakaian kaum wanita. Ada kalanya pemakaian selendang itu ditentukan pemakaiannya pada setiap ada upacara – upacara, dan sebagian besar dari moti-motifnya berwarna merah dan putih.
7. Ketika terjadi perang Diponegoro pada tahun 1825-1830 di tengah – tengah pasukan Diponegoro yang beribu – ribu juga terlihat kibaran bendera merah – putih, demikian juga di lereng – lereng gunung dan desa – desa yang dikuasai Pangeran Diponegoro banyak terlihat kibaran bendera merah – putih. Ibarat gelombang samudera yang tak kunjung reda perjuangan Rakyat Indonesia sejak zaman Sriwijaya, Majapahit, putra – putra Indonesia yang dipimpin Sultan Agung dari Mataram, Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten, Sultan Hasanudin, Sisingamangaraja, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Pangeran Antasari, Pattimura, Diponegoro dan banyak lagi putra Indonesia yang berjuang untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, sekalipun pihak penjajah dan kekuatan asing lainnya berusaha menindasnya, namun semangat kebangsaan tidak terpadamkan.
Pada abad XX perjuangan Bangsa Indonesia makin terarah dan menyadari akan adanya persatuan dan kesatuan perjuangan menentang kekuatan asing, kesadaran berbangsa dan bernegara mulai menyatu dengan timbulnya gerakan kebangsaan Budi Utomo pada 1908 sebagai salah satu tonggak sejarah.
Kemudian pada tahun 1922 di Yogyakarta berdiri sebuah perguruan nasional Taman Siswa dibawah pimpinan Suwardi Suryaningrat. Perguruan itu telah mengibarkan bendera merah putih dengan latar dasar warna hijau yang tercantum dalam salah satu lagu antara lain : Dari Barat Sampai ke Timur, Pulau-pulau Indonesia, Nama Kamu Sangatlah Mashur Dilingkungi Merah-putih. Itulah makna bendera yang dikibarkan Perguruan Taman Siswa.
Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.
Para mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia yang berada di Negeri Belanda pada 1922 juga telah mengibarkan bendera merah – putih yang di tengahnya bergambar kepala kerbau, pada kulit buku yang berjudul Indonesia Merdeka. Buku ini membawa pengaruh bangkitnya semangat kebangsaan untuk mencapai Indonesia Merdeka.
Demikian seterusnya pada tahun 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia dibawah pimpinan Ir. Soekarno yang bertujuan mencapai kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Partai tersebut mengibarkan bendera merah putih yang di tengahnya bergambar banteng.
Kongres Pemuda pada tahun 1928 merupakan detik yang sangat bersejarah dengan lahirnya “Sumpah Pemuda”. Satu keputusan sejarah yang sangat berani dan tepat, karena kekuatan penjajah pada waktu itu selalu menindas segala kegiatan yang bersifat kebangsaan. Sumpah Pemuda tersebut adalah tidak lain merupakan tekad untuk bersatu, karena persatuan Indonesia merupakan pendorong ke arah tercapainya kemerdekaan. Semangat persatuan tergambar jelas dalam “Poetoesan Congres Pemoeda – Pemoeda Indonesia” yang berbunyi :
Pertama : KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE
BERTOEMPAH DARAH YANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua : KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE
BERBANGSA YANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga : KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Pada kongres tersebut untuk pertama kalinya digunakan hiasan merah – putih tanpa gambar atau tulisan, sebagai warna bendera kebangsaan dan untuk pertama kalinya pula diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pada saat kongres pemuda berlangsung, suasana merah – putih telah berkibar di dada peserta, yang dibuktikan dengan panitia kongres mengenakan “kokarde” (semacam tanda panitia) dengan warna merah putih yang dipasang di dada kiri. Demikian juga pada anggota padvinder atau pandu yang ikut aktif dalam kongres menggunakan dasi berwarna merah – putih. Kegiatan pandu, suatu organisasi kepanduan yang bersifat nasional dan menunjukkan identitas kebangsaan dengan menggunakan dasi dan bendera merah – putih.
Perlu disadari bahwa Polisi Belanda (PID) termasuk Van der Plass tokohnya sangat ketat memperhatikan gerak – gerik peserta kongres, sehingga panitia sangat berhati-hati serta membatasi diri demi kelangsungan kongres. Suasana merah putih yang dibuat para pandu menyebabkan pemerintah penjajah melarang dilangsungkannya pawai pandu, khawatir pawai bisa berubah menjadi semacam penggalangan kekuatan massa.
Pengibaran Bendera Merah-putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilarang pada masa pendudukan Jepang, karena ia mengetahui pasti bahwa hal tersebut dapat membangkitkan semangat kebangsaan yang nantinya menuju pada kemerdekaan. Kemudian pada tahun 1944 lagu Indonesia Raya dan Bendera Merah-putih diizinkan untuk berkibar lagi setelah kedudukan Jepang terdesak. Bahkan pada waktu itu pula dibentuk panitia yang bertugas menyelidiki lagu kebangsaan serta arti dan ukuran bendera merah-putih.
Detik-detik yang sangat bersejarah adalah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setelah pembacaan teks proklamasi, baru dikibarkan bendera merah-putih, yang kemudian disahkan pada 18 Agustus 1945. Bendera yang dikibarkan tersebut kemudian ditetapkan dengan nama Sang Saka Merah Putih.
Kemudian pada 29 September 1950 berkibarlah Sang Merah Putih di depan Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan Bangsa Indonesia oleh badan dunia.
Bendera merah-putih mempunyai persamaan dengan bendera Kerajaan Monako, yaitu sebuah Negara kecil di bagian selatan Prancis, tapi masih ada perbedaannya. Bendera Kerajaan Monako di bagian tengah terdapat lambang kerajaan dan ukurannya dengan perbandingan 2,5 : 3, sedangkan bendera merah putih dengan perbandingan 2 : 3 (lebar 2 meter, panjang 3 meter) sesuai Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958. Kerajaan Monako menggunakan bendera bukan sebagai lambang tertinggi karena merupakan sebuah kerajaan, sedangkan bagi Indonesia bendera merah putih merupakan lambang tertinggi.

Managemen Kelas

Mengelola kelas butuh waktu untuk belajar dan untuk memperbaiki. Dengan anak-anak muda itu sering berarti satu ton pengulangan dan konsekuensi yang mereka memahami secara langsung Kadang-kadang bahkan membuatnya menjadi sebuah permainan dapat membuat perbedaan besar.
Kepala Anda adalah memberi Anda waktu untuk mendapatkan sesuatu di bawah kendali sehingga Anda akan ingin menerapkan beberapa hal untuk membuat perbedaan nyata dalam apa yang Anda lakukan di dalam kelas Anda.
Saya tidak berarti seorang ahli tapi aku sudah diberitahu aku memiliki keterampilan manajemen baik (namun ada hari-hari bahkan anakku mendapat yang terbaik dari saya)
Sementara saya pikir rencana Anda pada peraturan dan konsekuensi yang baik
Saya tidak berpikir itu akan membahas sebagian besar masalah Anda mungkin memiliki. Jika pembicaraan anak ketika mereka tidak seharusnya Anda benar-benar akan mengirimkannya ke kantor pada waktu ketiga - di akhir hari Anda mungkin berakhir dengan 8 anak-anak di kantor yang tidak akan terlihat baik baik.
2. Jadi merumuskan rencana untuk mendapatkan anak-anak Anda pada tugas dengan mengambil hal-hal lain yang biasanya mereka nikmati.
- Anda dapat melakukan sistem poin - mereka memperoleh poin untuk waktu pusat bebas misalnya.
- Kepala menunduk - bekerja dengan baik bila terlalu banyak dari tugas
- Menggunakan banyak isyarat tenang - lampu, musik, (lampu kuning, lampu merah, lampu hijau), menunggu waktu, dll, untuk menjaga mereka di tugas. Saya juga bergerak di sekitar ruangan banyak selama kegiatan dan jika seseorang tidak aktif tugas mereka hanya menyentuh bahu untuk mengingatkan mereka untuk kembali pada tugas.
- Set harapan - membiarkan mereka tahu bahwa jika pekerjaan tidak dilakukan mereka tidak akan memiliki waktu istirahat atau olahraga atau apa pun yang menyenangkan akan datang berikutnya. Jangan melanjutkan pelajaran Anda jika mereka berbicara atau tidak mendengarkan. Murid-murid saya telah belajar bahwa segera setelah mereka berhenti memperhatikan aku berhenti bicara. Dan jika saya tidak bisa melakukan pelajaran maka mereka tidak dapat melakukan pekerjaan dan akhirnya mereka akan melakukannya bukan pusat atau istirahat. Hal ini terjadi hanya sekali atau dua kali dan mereka mulai membayar perhatian.
- Kita main 10 sihir di kamarku. Begitu aku telah diberi instruksi saya katakan 10 sihir - mereka harus diselesaikan, duduk dengan tenang dan siap bekerja pada akhir 10 detikJika mereka tidak dapat melakukannya saya mendapatkan tanda cek. Siapa pun memiliki checkmarks paling di akhir minggu akan memilih dari berbagai kegiatan akhir pekan di kelas terakhir kami (Pusat video yaitu,, olahraga kelas tambahan, pewarna, dll) Jadi jika saya bisa memilih itu bukan hukuman - tapi aku masih bisa memilih. Mereka mencintai permainan ini dan biasanya mereka menang minggu paling.

Sekarang hal-hal lain ......
Untuk mulai dengan duduk dan membuat daftar dari 5 perilaku Anda perlu mengubah untuk membuat kelas Anda beroperasi lebih baik.
Ini adalah ke 5 untuk fokus pada bulan depan. Jangan mencoba melakukan semuanya sekaligus. Siswa kelas satu tidak akan merespon dengan baik untuk ton perubahan pada satu waktu atau banyak hal yang perlu diingat baik.
Dari posting Anda saya akan mengatakan Anda ingin bekerja untuk tetap pada tugas sementara Anda berbicara sebagai salah satu perilaku utama. Jadi ini adalah satu-satunya untuk mengetahui strategi untuk 2-3 dan mencoba mereka sampai Anda menemukan satu yang bekerja yang terbaik untuk Anda dan kelas Anda.
Sebagai perilaku setiap datang di bawah kendali lintas itu dari daftar Anda. Setelah semua lima ditangani dengan maka Anda dapat mulai menyempurnakan orang-orang yang atau datang dengan yang baru untuk bekerja pada.
Anda Tahu keterbatasan - Aku tidak suka mengambil pergi wadahnya misalnya karena itu berarti saya harus melewatkan istirahat juga sebagai seseorang harus melihat anak-anak saya jika saya tetap mereka masuk. Jadi saya tidak menggunakan ini sering sebagai hukuman. Namun untuk beberapa anak saya akan melakukan ini sekali atau dua kali membuat perbedaan bagi mereka.
Rencana seminggu ini beberapa tambahan "menyenangkan" kali bahwa Anda dengan mudah dapat mengambil kelas jika tidak mengikuti melalui pada harapan Anda. Siswa kelas satu sangat visual - jadi jika menulis nama mereka di papan tulis bukanlah sesuatu yang dapat Anda lakukan mungkin bukan datang dengan sesuatu yang dapat menempatkan di atas meja mereka. Lingkaran kuning misalnya. Satu lingkaran adalah peringatan - dua yang hilang 5 menit dari istirahat dan 3 hilang reses seluruh mereka (atau apa pun yang Anda pilih bagi mereka untuk kehilangan). Setelah itu konsekuensi akan tergantung pada apa perilaku itu.
Setelah mereka duduk selama video, pusat olahraga atau selama bekerja keajaiban juga.
Aku cukup beberapa tips beberapa manajemen saya dikumpulkan dari guru-guru lain di website sekolah saya. Berikut adalah link jika Anda ingin lebih banyak ide. Anda juga lebih dari menyambut ke email saya jika Anda memiliki pertanyaan tentang apa yang saya sebutkan di atas.

Arsip Blog

 

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Tari Merak dlm acara perpisahan klas 6 th 2009/2010

Followers

Site Info

Jln Pahlawan No 2 Sukorejo Gondanglegi Malang Jatim
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino